<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Kisah Nyata dan Kesaksian Kristen &#187; Luka Batin</title>
	<atom:link href="http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/category/luka-batin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com</link>
	<description>Sumber Kisah Nyata dan Kesaksian Kristen disertai video</description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Jun 2010 03:24:55 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.5.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Kasih Tuhan Menyempurnakan Hidupku</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/25/kasih-tuhan-menyempurnakan-hidupku/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/25/kasih-tuhan-menyempurnakan-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 26 May 2010 03:57:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[Video Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[berkelahi]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1295</guid>
		<description><![CDATA[
Video Kisah Nyata
Jamrano lahir dengan ayah yang tidak ada  mempunyai kasih. Ia selalu mendapat perlakuan yang kasar dari ayahnya.  Bila ayahnya sedang ada masalah selalu menumpahkannya di rumah.  Anak-anak adalah sasaran utama. Rano pun menjadi sasaran empuk untuk  dipukul oleh sang ayah. Karena perlakuan ayahnya yang kasar, maka  Rano  [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="375" height="300" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/fab6de739d472d34152d212a9de267a7.flv&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" /><param name="src" value="http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/mediaplayer.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="375" height="300" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/mediaplayer.swf" wmode="transparent" flashvars="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/fab6de739d472d34152d212a9de267a7.flv&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" bgcolor="#FFFFFF"></embed></object><br />
Video Kisah Nyata</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jamrano lahir dengan ayah yang tidak ada  mempunyai kasih. Ia selalu mendapat perlakuan yang kasar dari ayahnya.  Bila ayahnya sedang ada masalah selalu menumpahkannya di rumah.  Anak-anak adalah sasaran utama. Rano pun menjadi sasaran empuk untuk  dipukul oleh sang ayah. Karena perlakuan ayahnya yang kasar, maka <span> </span>Rano  tumbuh menjadi anak yang kasar dan keras. Rano ingin sekali memiliki  ayah yang dapat dijadikan panutan dan teman bercerita. Tetapi  kenyataannya ia tidak mendapatkannya. Saat itu Rano mempunyai satu  keinginan. Suatu saat nanti bila ia sudah besar dan kuat, ia akan  membunuh ayahnya. Hal itu ia tanamkan sejak ia kecil.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dari saat duduk di bangku SMP, Rano sudah mengenal dan memakai  narkoba dan minuman keras. Hal itu berlanjut sampai ia masuk ke STM.  Kelakuannya menjadi-jadi. Ia menjadi anak yang suka memberontak. Ia  bahkan sering memimpin teman-temannya untuk berkelahi dengan sekolah  lain. Bahkan satu hari ia dan teman-temannya tawuran sampai tiga kali.  Ia lakukan itu semua karena ingin melampiaskan amarahnya terhadap  ayahnya. Dan ia merasa bangga melakukan itu semua</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pada suatu hari ia berkelahi dengan sekolah lain dan ia  melukai anak dari jawara kampung lain. Saat itu Rano diincar untuk  dibunuh. Pada saat ia naik bus, warga langsung menyerbu bus itu dan  mengancam ingin membunuh Rano, tetapi karena Rano juga mengancam supir  untuk tetap jalan, maka ia lolos dari maut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Lolos dari kematian membuat Rano berpikir tentang hidupnya. ia  merasa hidupnya tidak ada artinya. Ia berpikir hanya bila ia tidak mati  muda, maka ia akan mendekam di penjara. Saat itu merasa tidak ada jalan  lagi untuk meraih masa depannya. Ia sempat berpikir untuk bunuh diri.  Tetapi ia kemudian berpikir bahwa bunuh diri bukanlah cara yang baik,  karena bila ia mati maka ia akan masuk neraka. Pada saat itu juga ia  merasa hidupnya ada di dalam sebuah lubang yang dalam, kecil, bau dan  gelap. Bila saja ada yang bisa mengeluarkannya dari </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">sana</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">, ia akan ikut.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ditengah kegundahannya, ia bertemu dengan kerabatnya dari  luar </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">kota</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">. Kerabatnya mengajak ia  untuk datang ke persekutuan. Di persekutuan itu, Rano bertemu dengan  Tuhan. Ia merasa hancur hati saat itu. Ia mengingat semua dosa yang  sudah ia lakukan, semua itu sia-sia. Ia ingin mengampuni semua orang  yang telah melukai hatinya. Terutama papanya. Ia merasakan kedamaian dan  kelegaan yang belum pernah ia rasakan. Kasih Tuhan yang luar biasa  telah menjamah dan melembutkan hatinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pertobatan  telah merubah Rano menjadi lebih baik. Ia selalu berdoa untuk ayahnya.  Ia mempunyai kerinduan sebagaimana Tuhan telah melembutkan hatinya, ia  juga ingin ayahnya dilembutkan hatinya. Sampai pada suatu saat papanya  mengalami stroke. Pada momen itulah Rano memberanikan untuk meminta maaf  pada papanya. Ia mulai mengobrol dan akhirnya ia mengutarakan maksudnya  untuk meminta maaf. Papanya juga akhirnya terbuka dengan masa lalunya.  Pada saat itu Rano dan papanya menangis dan berpelukan. Itu adalah  pelukan pertama mereka.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Akhirnya Rano berdoa  untuk ayahnya dan pemulihan<span> </span>terjadi antara mereka. Luar  biasa, hubungan ayah anak yang rusak selama 10 tahun kini telah  dipulihkan oleh Tuhan. Walaupun pada akhirnya papanya menyerah dengan  penyakitnya dan meninggal, tetapi tidak ada lagi penyesalan dalam hati  Rano. Waktu yang sempit itu mereka gunakan sebaik-baiknya untuk saling  menyayangi.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Setelah menerima Tuhan  dalam hati, Rano merasa mempunyai masa depan lagi. Ia ingin hidupnya  dipakai Tuhan. Didalam Tuhan ada cahaya terang yang membuatnya melihat  dan ada pengharapan.</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">(<em>Kisah  ini ditayangkan 1 Desember 2009 dalam acara Solusi Life di O&#8217;Channel</em>).</span> </span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sumber Kesaksian:</span></em></strong></p>
<address style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jamrano (<a href="http://www.jawaban.com" target="_blank">jawaban.com</a>)<br />
</span></em></address>
<p></span></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/25/kasih-tuhan-menyempurnakan-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kekejaman Ibu Tiri Memotivasiku Menjadi Kaya</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/12/kekejaman-ibu-tiri-memotivasiku-menjadi-kaya/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/12/kekejaman-ibu-tiri-memotivasiku-menjadi-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 01:53:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[ibu tiri]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan dalam rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1275</guid>
		<description><![CDATA["Usia 8 tahun saya sudah ikut dengan ibu tiri. Hari demi hari yang saya lalui terasa semakin tidak menyenangkan," ujar Yuyung memulai kisah hidupnya.

Pukulan dan perlakuan keras dari ibu tirinya sudah menjadi santapan setiap hari bagi Yuyung. Bahkan tak jarang pukulan-pukulan itu membekas di tubuh kecilnya. Namun Yuyung hanya bisa diam dalam ketakutan. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="375" height="300" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/449efb5093222439d45542f19e632726.flv&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" /><param name="src" value="http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/mediaplayer.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="375" height="300" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/mediaplayer.swf" wmode="transparent" flashvars="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/449efb5093222439d45542f19e632726.flv&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" bgcolor="#FFFFFF"></embed></object></p>
<p style="text-align: center;">Video Kisah Nyata</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Usia 8 tahun saya sudah ikut dengan ibu tiri.  Hari demi hari yang saya lalui terasa semakin tidak menyenangkan,&#8221; ujar  Yuyung memulai kisah hidupnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pukulan dan perlakuan  keras dari ibu tirinya sudah menjadi santapan setiap hari bagi Yuyung.  Bahkan tak jarang pukulan-pukulan itu membekas di tubuh kecilnya. Namun  Yuyung hanya bisa diam dalam ketakutan. </span></p>
<p><img class="alignleft" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Yuyung_main.jpg" alt="" width="250" height="180" /></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yuyung  adalah anak pertama dari ayah kandungnya. Bersama adik perempuannya yang  nomor tiga, mereka ikut ibu tiri. Sebelum tidur, Yuyung dan adik  perempuannya yang masih kecil sering ngobrol di kamar dan saling  menceritakan hal-hal tidak menyenangkan yang harus mereka terima dari  sang ibu tiri sepanjang hari itu. Apalagi anak-anak dari ibu tirinya  semuanya perempuan, dan mereka memperlakukan adik perempuan Yuyung  dengan sangat kejam. Tak jarang adik perempuannya menunjukkan luka bekas  penganiayaan yang dialaminya hari itu. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Setiap  kali mengingat bagaimana adik perempuannya harus menanggung hal-hal yang  buruk saat itu, tanpa terasa Yuyung pasti meneteskan air mata. Sejak  saat itulah Yuyung memendam keinginan di dalam hatinya, jika kelak ia  sudah dewasa, ia harus menjadi orang kaya, harus berhasil dan memiliki  banyak uang supaya hidupnya bisa bahagia. Karena bagi Yuyung saat itu  bahwa kebahagiaan itu awalnya dari uang.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ada satu  peristiwa yang terekam dengan sangat jelas dalam ingatan Yuyung  mengenai perlakuan ibu tirinya. Saat itu Yuyung sedang sakit gigi dan ia  sangat kesakitan karena giginya sudah bengkak. Ayahnya pun membuatkan  bubur untuk dirinya. Namun ibu tirinya tidak bisa terima kalau Yuyung  dibuatkan bubur oleh ayah kandungnya sendiri. Pertengkaran pun pecah  antara ayah dan ibu tirinya. Saat itulah ayah Yuyung baru tahu kalau  istrinya ternyata memperlakukan anak-anak tirinya dengan tidak layak.  Saat itu juga ayah Yuyung langsung membawa Yuyung pergi ke rumah  neneknya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pada hari itu yang  terpikir dalam otak Yuyung hanyalah dirinya telah bebas dari kungkungan,  dan ia akan menikmati kebebasan hidup sepenuhnya seperti sebelum ia  ikut ibu tirinya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Himpitan ekonomi dan  keinginan untuk menjadi kaya membuat Yuyung tidak melanjutkan sekolahnya  dan memilih untuk bekerja keras. Mulai dari bekerja sebagai kuli angkut  di pasar-pasar, buruh pabrik hingga menjadi mandor bangunan sebuah  proyek di Jakarta. Teriknya matahari, tetesan keringat dan rasa lelah  akhirnya terbayar sudah saat ia akhirnya memiliki sebuah pabrik konveksi  dan mempersunting kekasih hatinya, Sri Tini.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Ada satu rasa kebanggaan dalam diri saya karena saya telah  berhasil menjadi orang yang sukses dan memiliki banyak uang, sehingga  pada akhirnya membuat saya ingin memakai uang itu untuk kepuasan  pribadi,&#8221; ujar Yuyung.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Uang hasil kerja kerasnya  dipakai Yuyung untuk mabuk-mabukan dan bermain wanita. Yuyung berpikir  dengan bermain wanita ia akan mendapatkan kebahagiaan. Yuyung bisa pergi  keluar kota selama berhari-hari dengan berbagai alasan, padahal yang ia  lakukan hanyalah menghabiskan uang hasil kerja kerasnya dengan  mengumbar hawa nafsu. Sementara istri dan anak-anaknya di rumah  menganggap Yuyung sebagai seorang suami dan ayah yang baik. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Namun suatu kali Sri Tini, istri Yuyung, menemukan sebuah  tiket pesawat atas nama Yuyung dengan seorang wanita. Saat Sri Tini  menanyakan perihal tiket pesawat tesebut, Yuyung tidak mengakuinya.  Namun salah seorang teman Sri Tini, yang juga merupakan istri dari salah  seorang teman Yuyung mengatakan saat ia pergi ke Singapur, ia melihat  Yuyung dengan seorang wanita. Kebenaran yang terbongkar itu begitu  menyakiti hati Sri Tini. Sepertinya ia tak akan sanggup mengampuni dan  menerima Yuyung seperti dulu lagi. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Kalau ia  sudah melakukan hal-hal seperti itu, berarti ia sudah tidak membutuhkan  saya lagi,&#8221; kisah Sri Tini dengan hati yang pedih. Saat itu juga Sri  Tini langsung meminta cerai dari Yuyung. Serta merta Yuyung mendatangi  Sri Tini, minta maaf dan memintanya untuk memikirkan anak-anak mereka.  Yuyung pun berjanji saat itu bahwa ia akan meninggalkan semua dan  menjadi suami yang baik. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Pada kenyataannya Yuyung  dapat menjalani kehidupan yang baik itu hanya dalam hitungan bulan.  Tidak sampai setahun berlalu, Yuyung kembali bertemu teman-teman lamanya  dan bujukan teman-temannya membuat Yuyung kembali keluar malam dan  bermabuk-mabukan bersama dengan para wanita yang mengelilinginya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sampai suatu ketika keadaan Yuyung tak tertolong lagi. Semua  bisnis yang dijalankannya bangkrut total. Yuyung tak tahan saat melihat  anak-anaknya dengan berpegangan tangan berjalan keluar rumah sambil  mencari bajaj. Yuyung tidak tahan melihat anak-anaknya hidup menderita.  Yuyung merasa ia telah melakukan hal yang sama seperti yang dahulu  ayahnya lakukan, yaitu mengambil keputusan yang membuat anak-anaknya  menderita. Yuyung merasa ia tidak bisa memberikan hal-hal yang baik  kepada anak-anaknya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Secercah harapan  bersandar di hati Yuyung saat adiknya datang dan mendoaka dia beserta  keluarganya. Saat itu adiknya memperkenalkan pribadi Yesus kepada Yuyung  dan keluarganya. Dalam kesulitan ekonomi yang dialaminya, adiknya  meminta Yuyung untuk hanya mengandalkan Yesus dan tidak kepada  pertolongan saudara maupun teman-temannya. Adik Yuyung pun akhirnya  memimpin Yuyung, istri dan anak-anaknya untuk berdoa bersama. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Setelah adiknya pulang, ada sesuatu yang berbeda dirasakan  Yuyung di dalam hatinya. Yuyung mulai merasa ingin tahu siapakah Yesus  itu. Sejak hari itu Yuyung bisa berdoa berkali-kali dalam sehari. Yuyung  bisa seharian di kamar hanya untuk membaca Firman dan berdoa. Yuyung  hanya membayangkan dirinya sebagai seorang anak kecil yang datang kepada  Tuhan dan mengadu apa yang sedang ia alami saat itu. Namun kerinduan  terdalam yang ada di hatinya saat itu ialah ia ingin berjumpa dengan  Tuhan Yesus. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sampai suatu ketika Tuhan  memberikan suatu penglihatan kepada Yuyung. Ia melihat sebuah cahaya  seperti api dan sangat terang. Dirinya seperti dikelilingi oleh cahaya  api saat itu, namun di tengah cahaya itu ada gambaran sebentuk wajah  yang tidak terlalu jelas namun Yuyung yakin kalau itu adalah wajah Tuhan  Yesus. Peneguhan yang diterimanya saat itu membuat Yuyung semakin yakin  dan percaya kepada Tuhan Yesus. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yuyung  pun menyadari bahwa penyesalan dari sebuah peristiwa tak akan pernah  lengkap tanpa pengampunan. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Setelah saya bertobat,  saya meminta ampun kepada istri saya. Saya sangat menyesal,&#8221; ujar  Yuyung.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Setelah adiknya  mendoakan, dia mulai mau mendengarkan Firman, mau ke gereja, sedikit  demi sedikit ia mulai menerapkan apa yang ia dengar. Apa yang saya  doakan, Tuhan kabulkan,&#8221; kisah Sri Tini mengenai pertobatan Yuyung,  suaminya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Tidak hanya kepada  istrinya, Yuyung juga meminta ampun kepada anak-anaknya karena selama  ini ia telah menyia-nyiakan mereka. Tidak cukup sampai di situ, Yuyung  juga mendatangi ayah dan ibu tirinya. Yuyung meminta ampun kepada semua  orang. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Setiap kali saya merasa  ingin kembali lagi kepada kebiasaan yang lama, saya akan lari kepada  Tuhan, saya akan minta tolong kepada Tuhan. Dengan kekuatan saya, saya  tidak akan mampu untuk melawan ini semua. Tapi saya yakin dengan  kekuatan Roh Kudus yang ada di dalam saya, saya mampu untuk menolak  semua hal yang tidak berkenan kepada-Nya. Kebahagiaan yang saya rasakan  saat saya punya uang, itu bukanlah kebahagiaan yang sesungguhnya. Tapi  sewaktu saya berjumpa dengan Tuhan Yesus dan saya mau menerima Tuhan  Yesus sebagai Tuhan dan Juru Selamat buat saya, di situlah saya  merasakan telah mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Saya mengucap  syukur, karena kalau bukan Tuhan Yesus, tidak akan ada saya seperti  saat ini. Saya baru merasakan kalau hidup saya itu betul-betul berharga  di mata Tuhan. Jadi buat saya, Tuhan Yesus itu adalah segalanya. Tidak  dapat digantikan oleh apapun juga,&#8221; ujar Yuyung menutup kesaksiannya  sambil menangis terharu mengingat kebaikan Tuhan dalam hidupnya. (<em>Kesaksian  ini ditayangkan 17 Oktober 2009 dalam acara Solusi Life di O&#8217;Channel</em>).</span></p>
<address style="text-align: justify;"><strong><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sumber Kesaksian :</span></em></strong></address>
<address style="text-align: justify;"><em><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yuyung (<a href="http://www.jawaban.com">jawaban.com</a>)<br />
</span></em></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/12/kekejaman-ibu-tiri-memotivasiku-menjadi-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yalina: Kemesuman Om dan Ayahku Telah Menghancurkan Hidupku</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/12/yalina-kemesuman-om-dan-ayahku-telah-menghancurkan-hidupku/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/12/yalina-kemesuman-om-dan-ayahku-telah-menghancurkan-hidupku/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 13 May 2010 01:30:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Seks Bebas]]></category>
		<category><![CDATA[Kehidupan Malam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1266</guid>
		<description><![CDATA[Ketika Yalina berusia sekitar 4-4,5 tahun dan sedang bermain-main di sekitar rumah dengan adik-adiknya, Om yang sering datang ke rumahnya membawa dirinya ke sebuah toilet atau gudang lalu menyuruhnya untuk melakukan oral seks. ]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><embed src="http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/mediaplayer.swf" bgcolor="#FFFFFF" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="275" height="200" flashvars="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/d83291bd012767da180452182cd91249.flv&#038;caption=false&#038;autostart=false&#038;backcolor=0xFFFFFF&#038;frontcolor=0x000000"></embed><br />Video Kisah Nyata</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ketika Yalina berusia sekitar 4-4,5 tahun dan  sedang bermain-main di sekitar rumah dengan adik-adiknya, Om yang sering  datang ke rumahnya membawa dirinya ke sebuah toilet atau gudang lalu  menyuruhnya untuk melakukan oral seks. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><img class="alignleft" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Yalina_main.jpg" alt="" width="242" height="180" />&#8220;Setiap  kali saya mengingat peristiwa itu, yang ingin saya lakukan kalau saya  sampai ketemu dengan orang itu, kemungkinan terburuknya saya bisa  membunuh dia tapi yang paling ingin saya lakukan adalah memotong  kemaluannya. Karena itu yang dia pakai untuk merusak hidup saya,  melecehkan hidup saya, menghancurkan hidup saya,&#8221; ujar Yalina membuka  kesaksiannya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Lembar kehidupan Yalina  telah tercoreng oleh omnya sendiri. Bahkan tidak lama setelah peristiwa  itu, orangtuanya bercerai dan menambah goresan luka dalam hatinya. Berat  bagi Yalina untuk berpisah dari ibunya. Kesedihan yang mendalam dan  ingatan akan mamanya membuat Yalina terserang demam selama tiga hari  tiga malam. Beberapa hari kemudian, sang ayah memperkenalkan seorang  wanita kepada dirinya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Papa memperkenalkan dia  ke saya sebagai calon ibu tiri saya. Orangnya cukup baik, bahkan lebih  baik. Cara dia memperlakukan kami sebagai anak jauh lebih baik dari cara  mama memperlakukan kami. Seakan-akan dia itu gambaran ibu idaman bagi  saya,&#8221; ujar Yalina.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Namun harapan Yalina  pupus sudah. Wanita yang sejatinya akan menjadi ibu tirinya itu didapati  berselingkuh oleh ayahnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya dengan adik saya  akhirnya tinggal di bar tanpa asuhan seorang ibu. Ruangan bar itu kalau  malam aktivitasnya seperti bar-bar pada umumnya. Tamu-tamunya kebanyakan  para pria yang datang untuk membooking para wanita yang bekerja di  barnya papa. Mereka berdansa, berpelukan, duduk-duduk, berciuman,  ngobrol, ketawa-ketawa, dan saya melihat semua hal itu dengan mata  kepala saya sendiri,&#8221; kisah Yalina mengenang masa kecilnya.<span> </span></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Lembaran hidup seorang bocah terus ternoda dengan sikap ayah  yang tidak senonoh di depan anaknya. Ia melihat bagaimana ayahnya  memangku para wanita malam itu, berpelukan dengan mereka dan bercanda  dengan mesra. Seiring waktu, pengertian Yalina akan setiap kejadian yang  terjadinya di sekitarnya semakin bertambah. Dan Yalina mulai merasa  kepahitan dengan ayahnya karena ia merasa ayahnya tidak memberikan  contoh yang baik.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Hari demi hari,  pemandangan tidak senonoh terus dilihat oleh Yalina. Sampai suatu  ketika, Yalina dibawa kabur oleh bibinya ke Surabaya. Malang nasib  Yalina, bukan kasih sayang yang diterimanya namun penderitaan yang ia  dapatkan. Perlakuan kasar sering diterimanya dan tak jarang bekas  cubitan merajai tubuhnya yang masih belia. Bukan hanya perlakuan kasar  yang diterima Yalina, perkataan kotor pun dilontarkan kepadanya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Bibi suka mengatai saya dengan sebutan ‘balon&#8217;. Balon itu  orang Jawa bilang pelacur. Ketika saya ngambek dan menangis, saya  dipukuli oleh bibi, diseret-seret sampai satu kampung itu heboh. Dan  saya dipukulin seperti orang disiksa waktu itu,&#8221; kisah Yalina dengan  pedih.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Salah seorang warga kampung yang berempati  dengan nasib Yalina menawarkan dirinya untuk merawat Yalina. Dua tahun  lamanya Yalina hidup bersama dengan keluarga itu sampai akhirnya Yalina  dijemput oleh ayahnya. Namun bukan sukacita yang dirasakan oleh Yalina  ketika ia kembali bertemu dengan ayahnya. Ia begitu ketakutan seperti  melihat seorang raksasa yang datang dan mengaku sebagai ayahnya serta  ingin membawanya pergi. Saking takutnya, Yalina lari dan menyembunyikan  dirinya di kolong tempat tidur. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yalina  menolak untuk ikut ayahnya. Namun karena bujuk rayu kedua orangtua yang  mengasuhnya, akhirnya Yalina pun luluh. Yalina dibawa ke Surabaya dan  bertemu dengan seorang wanita yang dulu akan menjadi ibu tirinya. Mereka  pun menginap di sebuah hotel. Namun sebuah kejadian traumatis lainnya  telah menanti Yalina malam itu.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Tengah  malam saya terbangun kaget karena mendengar suara orang. Dan ketika saya  bangun, saya menyaksikan papa dan wanita itu sedang melakukan hubungan  suami isteri. Papa kaget waktu melihat saya terbangun dan menyaksikan  perbuatan mereka, lalu saya dilempar dengan bantal,&#8221; kisah Yalina dengan  hati miris.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Tanpa rasa malu, sang  ayah meneruskan perilaku bejatnya dan ternyata pemandangan itu bukanlah  pemandangan terakhir yang disaksikan oleh Yalina. Mereka pun tiba di  Papua, di tempat tinggal mereka yang baru. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Papa membeli tanah dan ia membuka usaha pelacuran. Papa  membawa saya dari Surabaya hanya <span> </span>untuk tinggal di tempat  itu,&#8221; ujar Yalina.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Bisnis prostitusi yang  dijalani ayah Yalina tidak berjalan dengan lancar akibat hubungan  ayahnya dengan seorang janda yang menguras habis semua harta  kekayaannya. Yalina pun kembali dibawa pindah oleh ayahnya. Namun karena  ayahnya harus mengelola usaha beras di Darmo, Yalina terpisah selama  tiga bulan dengan ayahnya karena ia harus tinggal dengan saudaranya di  Trenggalek. Kerinduan Yalina akan sosok ayah yang baru dikenalnya,  membuatnya nekat untuk pergi dan mencari ayahnya seorang diri.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Bagaimanapun caranya, saya harus ketemu papa. Mau jalan  kaki, mau nyasar, pokoknya saya harus ketemu papa. Akhirnya saya  benar-benar bisa ketemu papa. Papa sampai kaget waktu melihat saya bisa  sampai ke tempat ia bekerja,&#8221; kisah Yalina.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Di luar dugaan Yalina, pertemuan dengan ayahnya ternyata  adalah sebuah petaka. Ayah Yalina menanyakan kondisi pertumbuhannya  sebagai seorang wanita, apakah sudah mendapat haid dan apakah Yalina  sudah mengerti bagaimana mengatasi kondisi haid. Sebagai seorang anak  perempuan yang tidak pernah tumbuh dalam asuhan seorang ibu, belum  pernah ada yang mengajari Yalina soal haid.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dalam kepolosannya, Yalina menuruti permintaan ayahnya untuk  melucuti celananya dengan dalih akan diperiksa. Berawal dengan memeriksa  alat vitalnya, seluruh bagian tubuh Yalina pun ‘diperiksa&#8217; oleh  ayahnya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya melihat paras  mukanya, bagaimana matanya melotot sambil melihat saya. Waktu itu saya  merasa aneh, tapi sekarang setelah saya dewasa, kalau saya mengingat  bagaimana cara papa memeriksa alat genital saya, jujur saya merasa miris  banget,&#8221; ujar Yalina.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Ayah yang seharusnya  menjadi pelindung, ternyata malah mengobrak-abrik hidup anaknya sendiri. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya mulai merasa pahit terhadap papa  saya. Saya marah terhadap dia. Kenapa hal seperti ini harus terjadi di  antara papa dan saya. Saya merasa papa sudah merusak saya,&#8221; kisah  Yalina.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yalina memutuskan lari  dari rumah. Yalina terus berjalan tanpa henti dari pagi buta sampai  matahari terbenam. Dan sepanjang perjalanan itu, Yalina sama sekali  tidak memegang uang sehingga ia pun meminum air kali sekedar untuk  memuaskan dahaganya. Perjalanan panjang Yalina akhirnya berujung di  sebuah pemakaman Cina. Yalina bagaikan manusia yang tak bernyawa dan  tanpa harapan. Di situlah awal mulanya Yalina mulai hidup  luntang-lantung di Surabaya. Yalina tidak menyadari jika kuburan Cina  itu adalah tempat lokalisasi pelacuran. Dan di saat yang terjepit, demi  perut yang kosong, Yalina menerima tawaran seorang pria.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Dia mau kasih uang, yah sudah saya ikut. Yang saya ingat  hanya uangnya,&#8221; ujar Yalina.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Tidak pernah  terbayangkan oleh Yalina, dalam usia 16 tahun ia harus menjual dirinya  demi uang yang hanya senilai Rp. 1.500,-. Tidak tahan dengan kehidupan  yang sangat keras di Surabaya, Yalina memutuskan pergi ke jakarta. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Hanya ada satu tempat yang saya tahu di Jakarta, yaitu  Monas. Ketika saya sampai di sana, saya awalnya tidak tahu, tapi  akhirnya saya tahu bahwa ternyata di Monas itu tempat lokalisasi  pelacuran juga. Saya belum tahu apa artinya melacur. Yang saya tahu,  kegiatan itu bisa menghasilkan uang.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Demi  kelangsungan hidupnya, Yalina menjalani profesi sebagai wanita penghibur  selama beberapa bulan. Sampai akhirnya ia mendapat pekerjaan di sebuah  tempat billyard sebagai seorang wasit. Pergaulannya di tempat billyard  itu membawa Yalina mulai mengenal diskotik. Gemerlapnya Jakarta telah  membius Yalina. Pengalaman demi pengalaman dialaminya, bahkan barang  haram narkoba pun telah menjadi bagian hidupnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Akhirnya saya mengenal narkoba. Dan bukan hanya mengenal  narkoba, tapi juga mengenal dunia pelacuran pada tingkat yang lebih  tinggi levelnya, lebih terorganisir.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Perilaku  Yalina semakin gila. Apa pun dilakukannya demi mendapatkan narkoba. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya mulai melakukan hal-hal yang memang tidak normal.  Contohnya misalnya barter, menukar tubuh saya dengan narkoba. Pemakaian  narkoba itu sudah membawa saya kepada tingkat penyiksaan, tidak hanya  secara fisik tapi juga secara jiwa. Saya mulai mengamuk pada orang tak  dikenal, saya caci maki, saya berdiri di pinggir-pinggir jalan, saya  tunjuk semua orang dan mengoceh tidak karuan. Saya benar-benar sudah  habis-habisan, tidak punya apa-apa dan tidak punya siapa-siapa, sudah  tidak ada teman yang mau berteman dengan saya. Kondisi ini yang membuat  saya merasa tersiksa. Saya tidak tahu mau menjerit sama siapa.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yalina berada di ujung keputusasaan. Namun entah kenapa,  Yalina teringat peristiwa manis di masa kecilnya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya sempat mengenal yang namanya Yesus, tapi hanya sekedar  tahu namanya saja. Entah bagaimana, entah ide dari mana, entah dorongan  dari mana, waktu saya dalam kondisi yang sangat sulit itu, saya seperti  mendapat dorongan untuk berseru kepada Yesus,&#8221; ujar Yalina.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dalam keadaan sakaw dan depresi yang sangat dalam, Yalina  tiba-tiba merasakan seorang pribadi memeluk dirinya. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya merasa seperti ada sesuatu yang memeluk saya. Tubuhnya  besar, tinggi dan kuat sekali. Dia memeluk saya itu maksudnya untuk  menenangkan saya karena waktu itu saya sedang sangat terguncang. Waktu  itu saya merasakan sakit di seluruh badan saya. Punggung saya sakit,  terasa sakit di mana-mana. Dia pegang di bagian yang sakit, langsung  hilang semua sakitnya,&#8221; kisah Yalina mengenai awal pertemuannya secara  pribadi dengan Yesus.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya sadar bahwa semua  keburukan, kepahitan, kejelekan, hal-hal yang kacau balau dalam  kehidupan saya, bekas pelacur, bekas pecandu narkoba, bekas anak  jalanan, membuat saya sulit sekali untuk bisa menerima diri saya  sendiri. Tapi Tuhan terus memberi kekuatan. Dia lakukan segala macam  cara demi untuk memulihkan saya.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sebuah  ketenangan yang belum pernah diberikan oleh siapa pun dirasakan oleh  Yalina. Sejak itu Yalina menjalani pemulihan di sebuah tempat  rehabilitasi tiga tahun lamanya. Bahkan Yalina mengambil sebuah  keputusan terpenting dalam hidupnya, untuk mengampuni orang-orang yang  telah menyakitinya.</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Sulit&#8230; sangat-sangat  sulit bagi saya untuk mengampuni. Saya tidak mungkin bisa mengampuni  papa saya. Satu-satunya yang menyanggupkan saya untuk bisa mengampuni  hanya kasih karunia Tuhan. Saya tidak mungkin bisa melakukan  pengampunan. Jangankan memberikan pengampunan terhadap orang lain,  terhadap diri saya sendiri saja kalau bukan Tuhan yang tolong saya untuk  memberikan pengampunan itu, saya tidak akan bisa. Seandainya saya  ketemu dengan om yang dulu pernah kerjain saya, hal pertama yang akan  saya lakukan adalah memperkenalkan dia pada Tuhan Yesus. Dan saya akan  katakan juga, sejak saya mengenal Yesus, saya sudah mengampuni om.&#8221;</span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Saat ini ayah Yalina telah meninggal dunia dan Yalina telah  dibebaskan dari segala luka di masa lalunya dan hidupnya pun telah  berubah. </span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Saya sangat bersyukur  karena Tuhan mau menerima saya apa adanya tapi Dia menolak membiarkan  saya apa adanya. Mana ada orang yang mau menerima kita yang sudah  amburadul. Dia terima saya hancur tapi dia tidak membiarkan saya terus  hancur. Tidak ada satu orang manusia di dunia ini yang bisa jadi Yesus  buat saya,&#8221; ujar Yalina menutup kesaksiannya. (<em>Kisah ini sudah  ditayangkan 12 November 2009 dalam acara Solusi Life di O&#8217;Channel</em>).</span></p>
<address style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sumber Kesaksian:</span></strong></address>
<address style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Yalina Da Costa (<a href="http://www.Jawaban.com">Jawaban.com</a>)<br />
</span></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2010/05/12/yalina-kemesuman-om-dan-ayahku-telah-menghancurkan-hidupku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Istri Kejam yang Menyiksa Buah Hatinya Sendiri</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/11/04/istri-kejam-yang-menyiksa-buah-hatinya-sendiri/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/11/04/istri-kejam-yang-menyiksa-buah-hatinya-sendiri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Nov 2009 02:02:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Video Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[disiksa ibu kandung]]></category>
		<category><![CDATA[ibu yang kejam]]></category>
		<category><![CDATA[kepahitan terhadap ibu]]></category>
		<category><![CDATA[menyiksa anak sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[video kisah nyata kepahitan dan luka batin]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1245</guid>
		<description><![CDATA[
Video Kisah Nyata Kepahitan &#38; Luka Batin
Kebahagiaan Mui Ha hanya seumur jagung. Setelah anak pertamanya lahir, Mui ha berubah menjadi sosok wanita yang keras. Anaknya pun sering menjadi korban kemarahannya. 
&#8220;trus anak 9 bulan aja kalo nangis saja saya pukul. Saya cubit. Dasar anak gak berguna, kalo tahu mah gw matiin saya bilang gitu. Udah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><object width="400" height="309" data="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/34e4fff0018262b321ba0d40007affc4.flv.xml&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;logo=http://www.jawaban.com/news/logo.png&amp;usefullscreen=true&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" /><param name="src" value="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /></object><br />
Video Kisah Nyata Kepahitan &amp; Luka Batin</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Kebahagiaan Mui Ha hanya seumur jagung. Setelah anak pertamanya lahir, Mui ha berubah menjadi sosok wanita yang keras. Anaknya pun sering menjadi korban kemarahannya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;trus anak 9 bulan aja kalo nangis saja saya pukul. Saya cubit. Dasar anak gak berguna, kalo tahu mah gw matiin saya bilang gitu. Udah saya marah-marah, saya lempar anaknya ke kasur,&#8221; ujar Mui Ha mengawali kesaksiannya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Namun, keberingasan Mui Ha tidak cukup sampai disitu. Saat anaknya pertama semakin besar, sedikit kesalahan yang dibuatnya akan berakibat fatal. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Beringas-Mui-Ha-Upload-5.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />&#8220;Saya tanya kenapa lis, bisa tumpah. Dia jawab gak tahu, tahu. Tanyain gak tahu, spontan saya angkat kemoceng, saya pukul dia. Saya bilang dasar anak gak berguna. Semua perkataan gak bener, saya ucapkan ke dia,&#8221;</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Saat anaknya tidak mau mengaku, Mui Ha semakin ganas menyiksanya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Pertama, saya gigit kupingnya sampai berdarah. Walaupun dia sudah minta ampun, tetap aja dia saya pukul. Sambil pukul, sambil membayangi muka wajah mama saya&#8221;. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sejak lahir, Mui ha tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu. Kehadirannya selalu ditolak oleh ibu kandungnya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Kalau saya panggil dia mama, dia tidak pernah nyahutin. Kalau saya dekatin, dia selalu dorong. Saya gak pernah diberi kesempatan dekatin dia, apalagi kalau saya sakit panas atau apa, mama selalu bilang begini, <em>&#8220;kamu sakit itu kamu sendiri yang mau. Mati aja, ga pa pa. Lo anak yang lebih. Kalau gw ga ngelahirin lo, ga suka begini,</em>&#8221; Pas lahirin saya, mama terus sering sakit, kena musibah&#8221; kata Mui Ha sambil menahan tangis.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Beranjak remaja, hidup Mui Ha sedikit pun berubah. Seringkali dia dipersalahkan untuk hal yang tidak ia lakukan. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Suatu waktu, adik Mui Ha menangis karena menginginkan kue. Mendengar tangisan, kakak Mui Ha langsung mendatanginya dan menampar hingga pipinya berdarah. Tanpa terlihat iba, kakak Mui Ha menyuruh dirinya untuk mengkumur-kumur bibirnya yang berdarah dengan air garam agar darahnya berhenti. Ia pun menuruti perintah tersebut. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Beringas-Mui-Ha-Upload-2.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Penderitaan Mui belumlah selesai. Ketika ia membantu adiknya yang sedang terjerumus ke sungai, Mui Ha malah dimarahi oleh kakaknya sendiri yang tidak jauh dari situ. Bahkan saat mamanya sampai di tempat dimana dia dan saudarinya sedang bermain, ibu Mui Ha langsung marah-marah melihat kondisi adik Mui Ha<span> </span>yang penuh lumpur. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Tanpa basa-basi, sang ibu pun langsung menghajar dirinya. Tangisan dirinya, tidak membuat mamanya diam atau mengurangi pukulannya. Malah, saat dirinya minta ampun, malah kata-kata yang kurang pantas keluar dari mamanya sambil terus memukul dirinya yang sudah menderita. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Namun, siksaan yang diterima Mui Ha dari ibunya semakin hari semakin parah dan merajalela. Bahkan, di depan mata ayahnya, sang ibu tega memukul dirinya tanpa alasan. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Memang saya mandi di sungai agak lamaan karena saya mencari ikan untuk lauk buat makan. Jadi mungkin karena kelamaan atau apa, saya juga tidak tahu. Saya udah naik dari sungai, saya masuk ke dapur tahu-tahu dari belakang mama tarik rambut saya, dijenggut langsung dipukul, dihajar dengan kayu sebesar batang senter sampai diri saya terkencing-kencing disitu. Papa yang melihat hal itu, hanya merangkul saya,&#8221; ujarnya. &#8220;Melihat diri saya dirangkul papa, mama malah bertambah kasar. Papa pun segera keluar dari situ dan tidak berapa lama kemudian datang membawa golok. Bukannya takut, malah perkataan mama semakin menyakitkan dan berkata kepada papa agar membawa saya pergi dari rumah mereka,&#8221; lanjut Mui Ha. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Kebencian Mui Ha terhadap ibunya sudah memuncak, sebuah tindakan gila menantang sang ibu siap ia lakukan. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Saya bilang, <em>&#8220;awas lho ma. Kalau saya sudah jadi orang kuat, saya akan bunuh mama di depan papa. Dan kalau mama mati, saya tidak akan tangisin mama.&#8221;</em></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Mui Ha tidak pernah membayangkan bahwa hidupnya akan hancur di tangan ibunya sendiri. Hatinya tidak kuat menahan rasa sedih di dalam batinnya. Rasa sesal hadir di dunia ini pun menyelimuti dirinya. Tanpa sadar, masa lalunya itu pun terus mengikat dirinya sampai ia menikah dan mempunyai anak. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Perlakuan kasar Mui Ha terhadap salah seorang putrinya merupakan hasil masa lalu yang terus ia ingat. </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Elis</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">, putri dari Mui Ha yang sering kali mendapat perlakuan kasar mengaku sedih atas tindakan masa lalu mamanya kepadanya ketika itu.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">&#8220;Kok mama bisa begini? Kenapa Elis gak lahir di keluarga yang beda, jangan di keluarga yang seperti ini,&#8221; ungkap </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Elis</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> sambil menahan tangis.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Dendam telah membuat Mui Ha menjadi sosok yang kejam sama seperti ibunya, namun hati kecilnya menjerit, ia tidak pernah mau hidup seperti ibunya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Saya gak bisa lepas kekerasan saya walaupun sebenarnya saya menyesal dengan apa saya lakukan. Selalu saya tonjok dada saya sendiri dan kepala saya, saya jedotin ke tembok. Gak bisa hilangin emosi, tetapi gak bisa. Saya merasa tidak menemukan jalan keluar untuk masalah saya ini,&#8221; kisah Mui Ha. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Tak ada yang mampu mengubah sifat keras Mui Ha, sampai suatu hari ia bertemu dengan seorang teman. Kepada wanita tersebut, Mui Ha menceritakan rahasia hidupnya. Dalam pembicaraan tersebut, temannya memberikan saran kepadanya agar dia bisa mengubah perilaku terhadap putrinya. Namun, itu tidaklah belum bisa mengubah sifatnya yang keras. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Dua hari kemudian, Mui Ha dibawa ke dalam sebuah pertemuan yang nantinya akan menjungkir balikkan hidupnya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Dari situ, saya dengar setiap khotbah yang disampaikan oleh hamba Tuhan yang berdiri di depan mimbar. Sampai ada satu ayat yang begitu me-rhema di hati saya yakni di Yohanes 3:16, <em>&#8220;<span style="color: black;">Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.&#8221;</span></em><span style="color: black;"> Tetapi, ayat itu seperti bertolak belakang dengan kenyataanya saat ini. Di mata orang tua saya, saya bukanlah orang berharga; di mata suami, saya tidak berharga karena saya orang gila.&#8221; </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Beringas-Mui-Ha-Upload-9.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Saat itu juga, Mui Ha ditantang untuk mengampuni ibunya. Bayang-bayang kekejaman sang ibu sangat melekat di ingatannya. Masih segar di ingatan Mui Ha, saat terakhir ibu menangis di sisinya. Tidak ada rasa iba yang ditunjukkannya kepada sang ibu ketika itu bahkan harapan akan kematian cepat dari ibunya itulah yang diinginkannya.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Kuasa Tuhan dalam pertemuan itu begitu kuat. Walaupun begitu, perjuangan Mui Ha melepaskan pengampuan kepada orang-orang terdekatnya tidaklah mudah. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; color: black; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Pembimbing saya bilang, kamu bisa, kamu pasti bisa katanya. Kamu panggil Tuhan Yesus. Ya sudah saya panggil, Tuhan Yesus bantu saya Tuhan, sanggupkan saya untuk bisa mengampuni mama saya. Ketika saya berteriak Tuhan Yesus yang ketiga kalinya, saya melihat ada layar putih yang terbuka dan terdengar suara bisikan yang mengatakan bahwa saya pasti bisa mengampuni mama saya. Saya pun taat dengan suara Tuhan dan saat itu saya mengambil keputusan untuk mengampuni mama saya. Saya tahu saya telah ditebus oleh Tuhan dan hidup saya berharga di hadapan-Nya &#8220;</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Kata-kata pengampunan itu telah mencabut setiap akar pahit dari hati Mui Ha. Satu pengakuan tulus keluar dari hatinya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Saya minta ampun sama Tuhan karena selama ini dendam sama mama, suami, saudara, sama anak. Saya gak tahu mengapa perasaan dendam itu begitu dalam dan berat, tetapi waktu saya pertama kali mengampuni mama, saya merasakan kelegaan,&#8221; </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Beringas-Mui-Ha-Upload-10.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Hari itu juga, Mui Ha memberanikan diri memohon maaf kepada kedua anaknya. Tangisan dan pelukan diantara mereka menjadi sebuah awal hubungan yang baru di antara mereka. Anak-anak Mui Ha pun mengaku bahwa mereka sudah lama mengampuni setiap kelakuan dari dirinya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Mui Ha yang telah bertahun-tahun menyiksa darah dagingnya sendiri kini telah berubah total menjadi seorang ibu yang penuh dengan kasih. Dirinya mengaku begitu mengucap syukur dengan perubahan yang sekarang dia alami di dalam Tuhan Yesus. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Saya senang sekali, senang sekali dan selalu tidak pernah habis-habisnya selalu mengucap syukur,&#8221; ungkap Mui Ha menutup kesaksiannya. (<em><span style="font-family: Verdana;">Kisah ini ditayangkan 4 September 2009 dalam acara Solusi Life di O&#8217;Channel).</span></em></span></span></p>
<p><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><em></em></span></p>
<div>
<address style="text-align: justify;"><em><em><strong><span style="font-size: 10pt; font-style: normal; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sumber Kesaksian: </span></span></strong></em></em></address>
</div>
<div>
<address style="text-align: justify;"><em><em><span style="font-size: 10pt; font-style: normal; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Phang Mui Ha (<a href="http://www.Jawaban.com" target="_blank">jawaban.com</a>)<br />
</span></span></em></em></address>
</div>
<div>
<address style="text-align: justify;"><em><em><span style="font-size: 10pt; font-style: normal; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Beringas-Mui-Ha-Upload-prof.jpg" alt="" width="100" height="100" align="absbottom" /></span></span></em></em></address>
</div>
<p><em></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/11/04/istri-kejam-yang-menyiksa-buah-hatinya-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kebangkrutan Membawaku Pada Kuasa Gelap</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/09/16/kebangkrutan-membawaku-pada-kuasa-gelap/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/09/16/kebangkrutan-membawaku-pada-kuasa-gelap/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Sep 2009 08:47:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Okultisme]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Video Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[kuasa gelap]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1195</guid>
		<description><![CDATA[
Video Kisah Nyata &#8211; Jatuh ke tangan kuasa gelap
Menjalani kehidupan yang mewah adalah hal yang biasa bagi Sri, bahkan hampir seluruh Asia pernah ia kunjungi bersama dengan keluarganya. Pekerjaan sang suami sebagai sang kontraktor bangunan memiliki peluang yang besar untuk mendatangkan kekayaan.
&#8220;Waktu saya pegang bisnis itu, kami sudah berdiri sendiri, bahkan untuk jatuh miskin tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center;"><object width="400" height="309" data="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/1755bba454a06642b9f9cc4612838163.flv.xml&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;logo=http://www.jawaban.com/news/logo.png&amp;usefullscreen=true&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" /><param name="src" value="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /></object><br />
Video Kisah Nyata &#8211; Jatuh ke tangan kuasa gelap</div>
<div><span style="font-size: small;">Menjalani kehidupan yang mewah adalah hal yang biasa bagi Sri, bahkan hampir seluruh Asia pernah ia kunjungi bersama dengan keluarganya. Pekerjaan sang suami sebagai sang kontraktor bangunan memiliki peluang yang besar untuk mendatangkan kekayaan.</span></div>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">&#8220;Waktu saya pegang bisnis itu, kami sudah berdiri sendiri, bahkan untuk jatuh miskin tidak mungkin terjadi sebetulnya. Saya juga melihat pembukuan saya semuanya beres,&#8221; kisah Sri Langgeng.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Dikarenakan terlilit hutang dengan bank, ia harus merelakan semua harta bendanya disita. Berbagai macam usaha ia lakukan untuk menyelamatkan ekonomi keluarganya. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Sri Langgeng mengisahkan, &#8220;Bangkrutnya itu benar-benar sampai habis semua yang kami miliki. Sampai rumah tinggal saya juga, diambil bank. Habisnya sudah sampai di bawah nol.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><img title="Sri Langgeng" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/srilanggeng2.jpg" border="1" alt="Sri Langgeng" width="100" height="100" align="right" /><span style="font-size: small;">Lalu Sri justru pergi mencari ‘orang pintar.&#8217; Dan oleh teman dekatnya ia ditegur kenapa sudah mengalami seperti itu, Sri bukannya mencari Tuhan malah pergi ke ‘orang pintar.&#8217; Sri pun hanya berdalih bahwa ia hanya ingin tahu saja. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Temannya mengatakan bahwa itu sesuatu yang tak mungkin, bagaimana mungkin manusia bisa menjadi lebih pintar dari Tuhan. </span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">&#8220;Tetapi ini kan kelihatan, Tuhan kan tidak kelihatan,&#8221; dalih Sri kepada temannya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">&#8220;Saya disuruh orang pintar itu pergi ke kuburan ayah saya yang ada di luar kotapada jam 12 malam. Katanya sepulang dari sana saya akan mendapat berkat sehubungan dengan transaksi bisnis saya. Saya akui bahwa Tuhan itu ada, tetapi tidak melekat di dalam hati saya,&#8221; ujar Sri Langgeng.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Malam itu Sri pergi ke kuburan almarhum ayahnya seperti yang diperintahkan oleh sang dukun. Namun ia tidak mendapati apa yang ia cari kecuali kekecewaan. Lalu ia pulang dengan beban kehidupan yang semakin bertambah banyak</span></p>
<p align="justify"><img title="Sri Langgeng" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/srilanggeng4.jpg" border="1" alt="Sri Langgeng" width="100" height="100" align="left" /><span style="font-size: small;">&#8220;Suami saya saking gak tahan, sampai akhirnya dia mengajak untuk bunuh diri bersama di keluarga saya untuk minum racun,&#8221; Sri mengisahkan bagaimana putus asanya mereka.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Sri menolak dengan keras ajakan suaminya itu, ia menyadari bahwa anak itu lebih dari sekedar anak mereka, tetapi juga titipan Tuhan. Sri mengingatkan kembali suaminya agar tidak coba-coba lagi berbicara seperti itu.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Di tengah keterpurukannya, seorang kerabat dekat datang memberikan kekuatan.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Dimulai dari sebuah persekutuan doa yang diadakan di rumah kakaknya. Setiap ada Firman yang disampaikan, Sri merasakan bagaimana itu menancap di hatinya. Ia berpikir seandainya saja dari dahulu ia sudah mengetahui mengenai kebenaran-kebenaran yang disampaikan. Sri menyadari mungkin ini sudah waktunya dari Tuhan, karena dahulu ia sadar bahwa ia masih suka untuk menoleh kiri dan kanan. Ia menyadari bahwa ini sudah sebuah panggilan untuk dirinya.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Dengan harapan baru kepada Tuhan Yesus, Sri kemudian memulai usaha baru kecil-kecilan dengan berjualan kue kering.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">&#8220;Kehidupan ekonomi saya mulai hidup lagi. Benar-benar diberi berkat oleh Tuhan,&#8221; ujar Sri Langgeng.</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">Ia sempat berpikir bagaimana mungkin dari yang ia jual kecil-kecil ini ia dapat memiliki kehidupan yang baik seperti dahulu. Bisa memiliki rumah kembali. Tetapi ia menurut saja kepada Tuhan. Dan akhirnya benarlah, jika memang diberkati oleh Tuhan, dari yang kecil saja dapat menjadi hal yang besar. Kehidupannya kembali seperti dahulu kembali, meskipun juga suaminya sudah terlebih dahulu dipanggil Tuhan.<br />
</span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;">&#8220;Tuhan Yesus adalah segala-galanya dalam hidup saya. Saya yang tadinya meminta kuasa kegelapan, masih diampuni dosa-dosa saya. Saya sadar, Juruselamat kita hanyalah Yesus!&#8221; Sri Langgeng menutup kisahnya. <em>(Kisah ini ditayangkan 03 Agustus 2009 dalam acara Solusi Life di O&#8217;Channel).<br />
</em></span></p>
<p align="justify"><span style="font-size: small;"><em><strong>Sumber Kesaksian:</strong><br />
Sri Langgeng (jawaban.com)<br />
</em></span></p>
<p align="justify"><img title="Sri Langgeng" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/srilanggeng1.jpg" alt="Sri Langgeng" width="100" height="100" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/09/16/kebangkrutan-membawaku-pada-kuasa-gelap/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertobatan Seorang Preman Berhati Bengis</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/29/pertobatan-seorang-preman-berhati-bengis/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/29/pertobatan-seorang-preman-berhati-bengis/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2009 07:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Pengampunan]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan]]></category>
		<category><![CDATA[Video Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan Penjahat]]></category>
		<category><![CDATA[Pertobatan Preman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1156</guid>
		<description><![CDATA[
Video Kisah Nyata Pertobatan Preman
Nico Kilikily, seorang preman berhati bengis menuntut darah musuh-musuhnya dengan menggunakan benda maksiat pembawa bencana. 
&#8220;Samurai saya sudah banyak memakan korban jiwa dan banyak darah yang tertumpah. Pedang samurai itu saya asah setiap hari supaya siap siaga setiap waktu. kalau ada serangan saya tinggal menggunakan,&#8221; ujar Nico membuka kesaksiannya. 
Dengan balutan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><object width="400" height="309" data="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/59bd6ddf5c8cfa8efe6edd6173798df6.flv.xml&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;logo=http://www.jawaban.com/news/logo.png&amp;usefullscreen=true&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" /><param name="src" value="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /></object></p>
<p style="text-align: center;">Video Kisah Nyata Pertobatan Preman</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Nico Kilikily, seorang preman berhati bengis menuntut darah musuh-musuhnya dengan menggunakan benda maksiat pembawa bencana. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Samurai saya sudah banyak memakan korban jiwa dan banyak darah yang tertumpah. Pedang samurai itu saya asah setiap hari supaya siap siaga setiap waktu. kalau ada serangan saya tinggal menggunakan,&#8221; ujar Nico membuka kesaksiannya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-Upload-kcl.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Dengan balutan jubah panjang berwarna putih, Nico bak seorang panglima bertangan besi tanpa perasaan seolah ingin menunjukkan kehebatannya. Nico menyatakan bahwa dia tidak pernah menyangka orang-orang yang melihatnya menganggap dirinya sebagai seorang panglima. Namun, dirinya sangat bangga akan sebutan itu karena menurutnya gelar panglima diberikan untuk seseorang yang memiliki nama besar.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sosoknya sebagai penguasa di salah satu kawasan Jakarta Pusat begitu sangat disegani dan ditakuti baik oleh kawan maupun lawan. Nico akan langsung menghajar orang yang memeloti dirinya ataupun berbuat salah walaupun itu sepertinya kesalahan kecil. Semuanya dipukul Nico tanpa ampun. Karena keberaniannya tersebut banyak orang yang takut dan menganggap dirinya hebat. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Sehari-hari, Nico dan anak buahnya harus siap bertikai demi mempertahankan lahannya dari invasi </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">genk</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> lain. Suatu hari, lokasi mangkal Nico dan anak buahnya di datangi oleh kelompok lain. Kelompok lain tersebut datang dengan maksud untuk mengusir Nico cs keluar dari kawasan yang dipegangnya selama ini. Tentu saja, Nico dan kawan-kawannya tidak menyetujui hal tersebut. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-Upload-kcl-3a.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Merasa lahan tempat mendapatkan penghasilannya ingin diambil, Nico tidak berdiam diri. Dia dan teman-temannya langsung menjawab tantang kelompok lain yang ingin merebut lahannya sehingga bentrokan pun tidak dapat terhindari. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Ketika perang, kebanyakan ada korban jiwa. Bisa-bisa ditangan saya, ada yang jatuh saya hantam. Begitu juga apabila jatuh di tangan orang lain, kita lagi geram maka lampiaskan kepada orang itu disitu,&#8221; ungkap Nico mengenang masa lalunya yang kelam tersebut. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Kemenangan atas kelompok lain membuahkan kesombongan yang menjadi-jadi dalam diri Nico. Sebagai penguasa di salah satu kawasan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">, yakni Tanah Abang, Nico berbuat apa saja yang diinginkannya. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Perang karena mempertahankan wilayah acapkali dilakukan oleh Nico Kilikily agar wilayahnya tidak berpindah ke tangan orang lain. Apalagi Tanah Abang dikenal merupakan sebagai salah satu sentra bisnis yang menjanjikan di pusat </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Jakarta</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> sampai saat ini. Demi hal tersebut, perang antar </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">genk</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> kembali meletus. Kali ini Nico dan anak buahnya harus berjuang sampai titik darah penghabisan. Perang tersebut berlangsung dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-3.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Teriakan demi teriakan saling bersahutan. Suara bacokan berkali-kali terdengar basah di telinga. Suasana tegang semakin mencekam menyeliputi di daerah tersebut. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Akibat keributan itu kantor kecamatan Tanah Abang pun dibakar. Waktu itu Yang memimpin keributan tersebut adalah saya,&#8221; ujar Nico. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Atas insiden tersebut, Nico dan anak buahnya kemudian ditahan. Setelah diproses beberapa lama, Nico pun dikeluarkan dari penjara. Beberapa waktu kemudian, sang panglima pun harus berhadapan kembali dengan aparat.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Seorang oknum aparat yang sedang dalam keadaan mabuk mengajak Nico berkelahi. Karena terdesak kondisi, akhirnya dirinya pun meladeni tawaran perkelahian dari oknum polisi tersebut hingga akhirnya aparat tersebut terkapar tak berdaya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-Upload-Kcl-5.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Sikap keras yang ditunjukkan Nico ternyata merupakan hasil bentukan dari ajaran papanya yang merupakan seorang pegulat dan memiliki hobi berantem. Papa Nico sangat senang kalau melihat anak-anaknya jadi jagoan. Bahkan papanya sering memberikan motivasi kepada Nico dan kakak-kakaknya agar bisa menjadi seorang pembunuh. Papanya melarang Nico agar mengeluarkan air mata dan bila itu dilanggarnya maka dirinya tidak akan dapat uang jajan. Ketika Nico menang dalam pertarungan maka pujian dan sanjungan diberikan papanya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Perkelahian antara dirinya dengan oknum polisi mabuk tempo hari ternyata menambah masalah dalam dirinya. Kawan-kawan dari oknum polisi tersebut mendatangi dirinya yang saat itu sedang seorang diri. Dengan memegang senjata, para oknum polisi tersebut menghajar Nico tanpa ampun yang hanya bisa mundur dan menangkis serangan dari para pengeroyoknya tersebut. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Beruntung bagi Nico, saat ia mulai tak berdaya, musuh-musuhnya meninggalkannya dalam keadaan yang sangat mengenaskan. Dan beberapa waktu kemudian, sebuah berita membuat naluri pembunuhnya bergejolak dalam batinnya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Beberapa junior Nico di </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">genk</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> tersebut datang ke lokasi tempat mangkal mereka dan memberi kabar bahwa salah seorang teman dekatnya, Anis dikeroyok oleh salah satu </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">genk</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">. Mendengar hal tersebut, dengan membawa samurai, Nico dan anak buahnya langsung bergegas mendatangi lokasi pengeroyokkan salah satu anggota genknya. Disana dia menemukan kondisi Anis, temannya tersebut masih hidup tetapi dalam kondisi menggenaskan. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/NIco-Kilikily.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Tidak terima dengan tindakan yang dilakukan oleh kelompok tersebut kepada temannya membuat rasa persaudaraan Nico tergugah. Akhirnya dirinya mencari orang-orang yang telah melukai temannya tersebut. Nico cs pun melakukannya dengan membakar rumah-rumah dan motor yang ada di Tanah Abang. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">Dendam kesumat yang berurat akar dalam dada Nico semakin memuncak saat pimpinan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">genk</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> yang dicari itu lari entah kemana. Namun, beberapa hari kemudian sebuah peristiwa sadis pun terjadi. Nico cs akhirnya bertemu dengan pimpinan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">genk</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> yang telah melukai teman dekatnya tersebut dan mereka pun melakukan hal yang sama, bahkan lebih kepada musuhnya tersebut. Kedua belah mata dari pimpinan </span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;">genk</span><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"> tersebut dibuat buta oleh Nico cs.<span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Semua musuh dibuat lumpuh, lunglai, tanpa daya saat berhadapan dengan Nico. Tidak ada musuh yang berani menyentuh wilayah mereka. Dengan kekuasaan dan nama besar yang dimilikinya, sebuah perusahaan mempercayai Nico untuk mengeksekusi sebuah rumah bermasalah. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-Upload-kcl-8.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Setelah berhasil mengeksekusi rumah tersebut, Nico dan anak buahnya mulai dipercaya baik oleh pengusaha-pengusaha atau orang penting untuk membantu menyelesaikan usaha mereka. Segala hal yang menjadi penghargaan di dunia ini dimiliki oleh Nico cs. Harta, tahta, wanita semua dengan mudah didapatkannya. Bahkan, narkotika pun turut dikecapnya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Dengan mengonsumsi narkotika, Nico seperti mendapatkan kesejahteraan diri dan kasih sayang. Walaupun dari lubuknya yang paling dalam, dia ingin keluar dari lingkaran setan tersebut. Sampai satu ketika seorang teman memberinya inex impor dari Belanda. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Pada saat mengonsumsi barang tersebut, terjadi suatu perasaan yang dahsyat di dalam diri Nico. Perasaan dahsyat itu ternyata adalah tanda-tanda bahwa diri Nico alami <em>over dosis</em>. Darah keluar dari hidung, mulut dan telinga. Bahkan lebih parahnya lagi, tubuh Nico sudah mulai merasakan dingin dari kaki sampai lehernya. Sepertinya tipis kemungkinan Nico akan selamat. Akhirnya Nico pun dibawa ke rumah sakit. Pada saat itu, Nico teringat dengan lagu sekolah minggu yang pernah dinyanyikan waktu ia kecil, <em>&#8220;Yesus, Yesus, dokterku yang baik. Dokter dunia tidak sama&#8221;</em>. Padahal syair tersebut tidak pernah diingatnya setelah dia beranjak remaja.<span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sesampainya di rumah sakit, lagu tersebut masih terus dinyanyikan oleh Nico. Bahkan salah seorang suster mendengar lagu tersebut. Diantara sadar dan tidak sadar, Nico meminta suster untuk mendoakan dirinya karena dirinya sebentar lagi akan mati. Dia sadar bahwa dosa-dosa yang diperbuatnya saat ini telah membawanya kepada sebuah garis akhir kehidupan di depan mata.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-Upload-kcl-12.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Tiba-tiba keangkuhan sang panglima runtuh dalam sekejap, keegoannya takluk pada sentuhan pada sang pencipta. Dalam ketidaksadarannya, Nico seperti melihat darah orang yang tertumpah. Dirinya begitu ketakutan dan saat maut terasa mendekat dirinya mengakui segala perbuatan-perbuatan dosa yang telah dia lakukan selama ini. Pada saat itu, Nico merasakan kegelapan dan neraka sudah menjadi tempatnya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Di dalam batas pengharapannya kepada Tuhan, Nico berteriak kepada Tuhan agar mau menolongnya. Waktu dirinya berteriak seperti itu, sang suster yang ada disitu<span> </span>berdoa. Selesai amin, 10 menit kemudian, tubuh dingin Nico pun mulai surut perlahan-lahan. Dokter yang menyaksikan itupun bingung karena hal ini tidak pernah terjadi dalam praktiknya selama ini. Namun, Nico percaya itulah Tuhan Yesus yang ajaib. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sungguh suatu mukjizat yang luar biasa, Nico lepas dari cengkraman maut. Menyadari dirinya masih bernafas, Nico langsung mengambil keputusan penting dalam hidupnya yakni melayani Tuhan seumur hidup-Nya. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-Upload-kcl-14.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Keputusan Nico meninggalkan dunia premannya mendapat reaksi keras dari teman-temannya. Teman-temannya menganggap Nico telah berkhianat kepada mereka dan akhirnya dirinya pun ditinggalkan oleh kelompok yang selama ini diikutinya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Nico tidak menyesal akan keputusan tersebut karena hidupnya adalah untuk menyenangkan hati Tuhan. Saat ini, Nico benar-benar mengabdikan dirinya untuk menolong orang-orang yang terjerat dalam dunia preman. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Arti Yesus bagi hidup saya, Dia adalah prioritas hidup saya. Karena saya merasa tanpa Tuhan Yesus, saya tidak akan hidup. Karena pengorbanan Yesus di kayu salib dengan kejahatan yang saya lakukan itu semestinya saya tidak layak. Mestinya saya, seorang Nico Kilikily sudah di <em>black list</em> di kerajaan Surga. Tetapi, Tuhan Yesus mau mati di kayu salib oleh karena menanggung dosa-dosa saya. Kasih-Nya tidak pernah terbatas dalam hidup saya,&#8221; ujar Nico mengakhiri kesaksiannya. (<em><span style="font-family: Verdana;">Kisah ini ditayangkan 16 Juni 2009 dalam acara Solusi Life di O&#8217;Channel).</span></em></span></span></p>
<address style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sumber Kesaksian: </span></span></strong></address>
<address style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Nico Kilikily (<strong>jawaban.com</strong>)<br />
</span></span></address>
<address style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Nico-Kilikily-diri-upload.jpg" alt="" width="100" height="100" align="absbottom" /></span></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/29/pertobatan-seorang-preman-berhati-bengis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kenji Michitakasago: Bocah Penuh Penderitaan</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/23/kenji-michitakasago-bocah-penuh-penderitaan/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/23/kenji-michitakasago-bocah-penuh-penderitaan/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 08:56:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kisah Sukses]]></category>
		<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[KDART]]></category>
		<category><![CDATA[kekerasan dalam rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Perselingkuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1152</guid>
		<description><![CDATA[
Video Kisah Nyata &#8211; Kisah Sukses Bocah Malang
Awalnya Kenji Michitakasago cukup bangga memiliki seorang papa yang asli Jepang. Setahun dua tahun, ia bersama keluarganya merasakan kebahagiaan, kasih sayang dari orang tua, dan bahagia sekali. Tapi sejak kehadiran orang ketiga, sikap papa Kenji menjadi berbeda sekali. Bahkan penyiksaan-penyiksaan yang tidak mereka sangka, itu bisa terjadi. 
Bujuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div style="text-align: center;"><object width="400" height="309" data="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/585a8a749d5146a7bb4bdef1c8d6d314.flv.xml&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;logo=http://www.jawaban.com/news/logo.png&amp;usefullscreen=true&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" /><param name="src" value="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /></object><br />
Video Kisah Nyata &#8211; Kisah Sukses Bocah Malang</div>
<div><span>Awalnya Kenji Michitakasago cukup bangga memiliki seorang papa yang asli Jepang. Setahun dua tahun, ia bersama keluarganya merasakan kebahagiaan, kasih sayang dari orang tua, dan bahagia sekali. Tapi sejak kehadiran orang ketiga, sikap papa Kenji menjadi berbeda sekali. Bahkan penyiksaan-penyiksaan yang tidak mereka sangka, itu bisa terjadi. </span></div>
<p align="justify"><span>Bujuk rayu dari wanita selingkuhan itu membutakan hati ayah Kenji. Ia tega melakukan perbuatan yang kejam kepada Kenji dan Akira, adik Kenji. Pernah ketika Kenji dan Akira mengganggu ayah Kenji bersama wanita selingkuhannya, ayah Kenji mengikat Kenji dan Akira lalu menggelindingkan mereka dengan tangga dari lantai atas ke bawah.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Waktu itu saya berpikir hidup saya hanya sampai disini. Sepanjang saya ditendang bergelinding saya hanya bisa menangis,&#8221; kisah Kenji.</span></p>
<p align="justify"><span>Kenji tak menduga bahwa perlakuan sadis papanya belum berakhir. Hingga satu malam peristiwa tak terduga mengejutkannya. Ketika ia beserta adiknya dan mamanya sedang tidur, papanya melemparkan kaleng susu yang terbuka yang berisikan kelabang-kelabang.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Saya terbangun ketika ibu saya berteriak minta tolong. Ayah saya melemparkan kaleng berisi kelabang itu bermaksud seandainya saja kami bisa dibunuh, jadi orang akan mengira kami mati karena ini. Tapi ternyata sewaktu itu saya merasakan bahwa Tuhan itu menjaga kami. Dan papa dengan santainya mengambil baju lalu pergi tidak terjadi apa-apa. Jadi kami seperti dianggap seakan-akan kami palingan akan mati. Ia tidak merasakan apa-apa jika istri dan anak-anaknya mati. Ia tidak meninggalkan uang atau apa-apa, setelah itu ia hanya mengangkut baju lalu pergi,&#8221; kisah Kenji.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Tinggal bersama papa tiri</strong><br />
Dikarenakan tak sanggup menanggung beban yang menindih hidupnya, Kenji bersama mama dan adiknya merantau ke Jakarta dan mencoba hidup yang baru. Di Jakarta Kenji dikenalkan dengan seorang pria yang akan menjadi ayah tirinya.</span></p>
<p align="justify"><img title="Kenji Michitakasago" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/kenji.jpg" border="1" alt="Kenji Michitakasago" width="100" height="100" align="right" /><span>Kenji berkisah, &#8220;Hubungan papa tiri dengan saya dari awal sudah tidak baik semenjak bertemu. Suatu ketika ketika subuh saya dibangunkan untuk menyiapkan makanan untuk dia, dan saya tidak bangun. Kemudian dia tendang saya, dia menyeret saya keluar dari kamar dan saya diikat. Mama saya tidak bisa menolong, dan hanya bisa diam saja. Dan ia hanya bisa menangis. Saya cuma merasa ketakutan sekali. Saya memikirkan ayah saya dan berpikir, ‘Kalau boleh papa saya tuh mati.&#8217;</span></p>
<p align="justify"><span>Perihnya pukulan dan aniaya dari ayah tirinya membuat Kenji memutuskan untuk meninggalkan rumahnya. </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Waktu saya di jalan, saya tidurnya di kolong jembatan, di stasiun rel kereta api, di pinggir jalan&#8230; Itu menjadi tempat tidur saya,&#8221; kisah Kenji.</span></p>
<p align="justify"><span>Kenji ingin bekerja dengan keringatnya, dengan halal, meskipun ia harus menyemir sepatu di jalan. &#8220;Dan waktu itu saya tidak berpikiran dengan uang yang berkelimpahan. Saya hanya berpikir saya mau merasakan tidak ada lagi orang yang menyiksa saya. Dan saya juga bisa bermain game, di tempat mainan ding-dong, dengan uang mainan saya sendiri tanpa penyiksaan dari ayah tiri saya. Itu yang saya cari di jalan.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>Di jalanan saya mulai berani menawarkan diri untuk menyemir sepatu orang. Itu yang Kenji lakukan hari demi hari. Hingga suatu ketika Kenji bertemu dengan seorang pelanggan dimana ketika ia membayar tetapi Kenji tidak memiliki kembalian karena orang itu adalah pelanggan pertamanya di hari itu. Lagi-lagi Kenji menemukan siksaan. Pelanggan itu menganggap Kenji berbohong lalu mengusir Kenji dengan menendangnya.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Akhirnya saya jalan tanpa hasil uang yang seharusnya saya dapat. Selagi jalan saya merenungi nasib saya &#8211; &#8220;Kenapa kok penyiksaan ini datang lagi?&#8221; Di sepanjang jalan saya menangis. Saya bilang hidup saya itu seperti tidak ada artinya,&#8221; kisah Kenji.</span></p>
<p align="justify"><span>Penderitaan yang dialami Kenji seakan tak akan pernah berakhir. Ditinggalkan oleh ayah kandungnya. Disiksa oleh ayah tirinya. Hingga membuatnya memilih tinggal di jalan. Kenji merasakan bahwa hidupnya seakan tidak ada artinya lagi. </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Ketika berjalan di pinggir jalan tuh ingin bunuh diri. Saya merasa kaki saya berat sekali untuk melangkah ke tengah jalan itu. Saya tidak tahu kenapa&#8230;&#8221; kisah Kenji tentang percobaan bunuh dirinya yang ia ingin lakukan ketika berusia 9 tahun.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Tinggal bersama tante, apakah kehidupanku akan berubah?</strong><br />
Selepas dari percobaan bunuh diri itu, Kenji diajak tinggal bersama dengan tantenya. Namun ia tak pernah menyangka akan apa yang harus ia hadapi di sana. </span></p>
<p align="justify"><img title="Kenji Michitakasago" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/kenji1.jpg" border="1" alt="Kenji Michitakasago" width="100" height="100" align="left" /><span>&#8220;Waktu itu kebetulan tante saya pergi ke luar kota selama 3 hari. Dan waktu itu, anak-anak tante saya itu menyiksa saya. Mereka menyuruh saya menyeterika seragam sekolah mereka. Jika saya tidak lakukan apa yang mereka suruh, mereka akan menyeterika tangan saya. Setelah saya diseterika, mereka memperlakukan saya seperti binatang juga. Saya dimasukin di kandang anjing herder dan saya disuruh tidur disana bersama dengan adik saya. Disitu saya merasakan seperti binatang. Saya dijadikan satu dengan anjing, tidur disana, makannya disana, dan buang air juga disana,&#8221; kisah Kenji menceritakan bagaimana ia mendapati siksaan juga di tempat tinggalnya yang baru.</span></p>
<p align="justify"><span>Saudara-saudaranya melakukan itu semua dikarenakan sirik dengan perlakuan tantenya. Jadi saudaranya melakukan itu agar Kenji dan adiknya tidak betah di rumah. Terus siksaan itu Kenji alami dan mereka juga mengancam Kenji agar tidak menceritakan hal tersebut kepada mami mereka atau tante dari Kenji.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Terkatung-katung menjadi anak jalanan</strong><br />
&#8220;Suatu ketika akhirnya saya tidak tahan dan saya ngomong ama tante. Akhirnya tante emosi dan menghajar anak-anaknya. Setelah tante itu menghajar anak-anaknya, saya kabur, dan kembali lagi ke jalan,&#8221; kisah Kenji.</span></p>
<p align="justify"><span>Saat kembali ke jalanan, Akira, adik Kenji, memutuskan untuk berpisah dengan Kenji. Kenji tak bisa berbuat apa-apa. </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Saya sempat sedih juga&#8230; Kenapa saya harus berpisah dengan adik saya padahal saya sudah berpisah dengan papa. Kenapa Tuhan itu jahat? Kenapa Tuhan itu tidak ada ketika saya mengalami penyiksaan begitu luar biasa, Tuhan itu tidak menolong saya&#8230; Hanya diam. Kenapa Tuhan seperti itu? Tidak ada Tuhan. Saya tidak bisa merasakan yang namanya Tuhan.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>Hingga suatu hari Kenji belum makan selama dua hari karena belum mendapatkan pelanggan. Ia berdiri di depan rumah makan cepat saji dan memandangi sebuah keluarga yang begitu harmonis memakan makanan bersama. Kenji merasakan kerinduan menginginkan keluarga seperti yang ia lihat. Kenji hanya termenung saja dan terdiam. Setelah keluarga keluar sehabis makan, Kenji masuk dan memunguti tulang-tulang sisa makanan mereka. Ketika Kenji mengambil sisa makanan itu, ia dikejar sekuriti.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Waktu saya dikejar sekuriti saya lari dan berpikir saya mungkin akan ditangkap dan dipukuli lagi. Saya coba terus lari dan membawa tulang ayam yang saya dapatkan. Sampai di tempat yang aman, saya melanjutkan memakan makanan itu. Di situ saya merasa hancur. Kenapa penderitaan ini rasanya terus terjadi lagi tak habis-habis. Saya harus memakan makanan sisa orang. Saya hanya bingung dan saya menikmati makanan tulang ayam itu selayaknya orang makan,&#8221; Kenji berkisah sambil menitikkan air mata.</span></p>
<p align="justify"><span>Kehidupan di jalanan yang keras harus ia jalani selama bertahun-tahun. Hingga suatu hari ia bertemu dengan seseorang yang akan mengubah hidupnya.</span></p>
<p align="justify"><img title="Aon Santoso" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/kenji2.jpg" border="1" alt="Aon Santoso" width="100" height="100" align="right" /><span>Seorang pria bernama Aon Santoso yang sedang dalam perjalanan menuju pelayanan. Ia melihat Kenji dan hanya berpikir mungkin Kenji hanya seorang anak nakal yang ingin bermain di jalan sampai malam dan belum pulang. </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Setelah satu minggu saya telusuri dia, dia bercerita. Dua hari&#8230; satu malam&#8230; anak sembilan tahun untuk mengisi perut dengan tulang-tulang ayam bekas orang. Sebagai pelayan Tuhan saya bergumul dan akhirnya saya putuskan untuk membawa dia pulang,&#8221; kisah Aon Santoso mengenai terbebannya hatinya melihat keadaan Kenji.</span></p>
<p align="justify"><span><strong>Perubahan hidup mengenal Tuhan</strong><br />
Kenji pun berkisah mengenai perubahan hidupnya semenjak mengenal Ko Aon, &#8220;Perlahan-lahan kehidupan baik luka batin saya dan segala sesuatu yang saya alami semenjak masa kecil saya&#8230; Itu dipulihkan. Saya sepenuhnya mengampuni mama saya, papa tiri saya bahkan papa kandung begitu juga dengan saudara-saudara yang pernah menyiksa saya. Mulailah saya mengenal Tuhan yang sesungguhnya, bahwa Tuhan itu ada. Dan Tuhan itu tidak pernah meninggalkan saya dalam keadaan apapun.&#8221;</span></p>
<p align="justify"><span>Suatu ketika Kenji memainkan kibord di rumah ko Aon dan ternyata Kenji memiliki bakat untuk bermain kibord.</span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Sewaktu itu Kenji tidak mempunyai kepercayaan diri,&#8221; kata Aon. Tetapi karena Kenji ingin untuk belajar memainkan kibord, meskipun biaya belajar alat musik kibord cukup mahal&#8230; Kenji akhirnya pun giat belajar memainkan kibord.</span></p>
<p align="justify"><span>Dengan talenta yang dimilikinya, Kenji mengalami kemajuan pesat. Kasih karunia Tuhan menyertai Kenji hingga ia dapat menyelesaikan album pertamanya. </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Saya berjumpa dengan Tuhan, saya bisa berubah drastis, karena saya diberikan kedamaian di hati. Suatu sukacita. Saya juga bisa melayani orang-orang yang membutuhkan kasih sayang. Di situ saya merasakan bahwa hidup saya berarti dan saya bisa menjadi berkat buat orang,&#8221; kisah Kenji mengenai perubahan hidupnya yang drastis setelah mengenal Tuhan. </span></p>
<p align="justify"><span>Kehidupan Kenji pun diubahkan saat ia menemukan kasih sejati dari Tuhan Yesus. </span></p>
<p align="justify"><span>&#8220;Perbedaan hidup saya dahulu itu&#8230; gelap dan kelam. Tetapi setelah saya mengenal Tuhan dan mencari jalan keselamatan, hidup saya itu cerah&#8230; ceria&#8230; dan senang sekali.&#8221; (Kisah ini ditayangkan 12 Juni 2009 dalam acara Solusi Life di O Channel)</span></p>
<p align="justify"><em><span>Sumber kesaksian:<br />
<strong>Kenji Michitakasago (jawaban.com)<br />
</strong></span></em></p>
<p align="justify"><img title="Kenji Michitakasago" src="http://www.jawaban.com/news/userfile/kenji4.jpg" border="1" alt="Kenji Michitakasago" width="100" height="100" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/23/kenji-michitakasago-bocah-penuh-penderitaan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tuhan Pulihkan Keluarga Kami Setelah 15 Tahun</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/23/tuhan-pulihkan-keluarga-kami-setelah-15-tahun/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/23/tuhan-pulihkan-keluarga-kami-setelah-15-tahun/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Jun 2009 08:52:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[kecanduan alkohol]]></category>
		<category><![CDATA[kencanduan narkoba]]></category>
		<category><![CDATA[Kepahitan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Hubungan Orang Tua dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Keluarga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1150</guid>
		<description><![CDATA[
Video Kisah Nyata Pemulihan Keluarga
&#8220;Saya pernah melihat papa tuh melihat narkoba. Perasaan saya sejak itu hancur ya,&#8221; ungkap Charles, anak benyamin mengingat kelakuan yang dahulu dilakukan oleh papanya, Benyamin. 
&#8220;Anak saya tanya, &#8220;mama, papa ngapain? Lagi minum apa itu ma? Itu papa, temannya lagi isep-isep apa tuh ma? Saya takut sekali..takut saya. Saya sangat terpukul [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><object width="400" height="309" data="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="bgcolor" value="#FFFFFF" /><param name="flashvars" value="file=http://www.jawaban.com/news/userfile/videofile/6c680dd0816f1ca728f543d40ba92c2d.flv.xml&amp;caption=false&amp;autostart=false&amp;logo=http://www.jawaban.com/news/logo.png&amp;usefullscreen=true&amp;backcolor=0xFFFFFF&amp;frontcolor=0x000000" /><param name="src" value="http://www.jawaban.com/news/mediaplayer.swf" /><param name="wmode" value="transparent" /></object></p>
<p>Video Kisah Nyata Pemulihan Keluarga</p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Saya pernah melihat papa tuh melihat narkoba. Perasaan saya sejak itu hancur ya,&#8221; ungkap Charles, anak benyamin mengingat kelakuan yang dahulu dilakukan oleh papanya, Benyamin. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Anak saya tanya, &#8220;mama, papa ngapain? Lagi minum apa itu ma? Itu papa, temannya lagi isep-isep apa tuh ma? Saya takut sekali..takut saya. Saya sangat terpukul juga. Sedih saya.. Ada sakit hati juga. Betul-betul saya sakit hati,&#8221; ujar Ari, Istri dari Benyamin. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Benyamin-kisah-11.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Demi narkoba dan alkohol, Benyamin rela menghabiskan harta bendanya, melalaikan pekerjaan dan bahkan menelantarkan istri dan anak-anaknya. Setiap hari, Benyamin selalu pulang ke rumah dengan bau mulut habis minum minuman Alkohol. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Melihat tingkah Benyamin yang suka mabuk-mabukkan membuat Ari seringkali harus menegornya. Namun, tegoran tersebut seperti berlalu saja didengar oleh suaminya tersebut. Tidak hanya Ari, istrinya yang dibuat jengkel, tetapi Charles yang usianya masih belia turut marah bahkan dirinya menyimpan kebencian mendalam kepada papa yang dianggapnya tidak pernah bertanggung jawab tersebut. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Kebencian Charles yang begitu besar membuat hubungan antara ia dan ayahnya tidak harmonis. Bahkan dirinya tidak pernah menganggap bahwa ayahnya ada ketika berada di rumah. Baginya, hubungan antara seorang anak dan ayah di dalam keluarganya sudah hancur.</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Benyamin-dan-anaknya-kisah-.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Suatu hari, Charles mengunjungi rumah temannya. Ketika berada disana ada sebuah pemandangan berbeda yang tidak dilihat dalam keluarganya, yakni seorang ayah yang mengasihi anaknya. Dirinya begitu iri melihat hal tersebut. Di dalam batinnya, dia merindukan ayahnya dapat memberikan kasih sayang tersebut. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Tahun-tahun berlalu, namun benyamin tidak juga berubah. Ia justru terperosok semakin dalam. Ia malah berhubungan dengan wanita lain yang juga merupakan seorang pengguna narkoba. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Yang seharusnya saya tuh bertobat untuk memikirkan keluarga, malah saya sudah terlibat jauh lagi untuk menikmati dunia hiburan malam. Sepanjang hari saya nikmati dengan minum alkohol, obat-obatan,&#8221; ungkap Benyamin. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Benyamin-mabok-upload.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Ari merasa sangat kecewa terhadap perlakuan Benyamin. Selama menjalani bahtera rumah tangga, ia tidak pernah merasakan kasih sayang dan perhatian dari Benyamin. Demikian juga yang dialami anak-anaknya. Walaupun begitu, Ari tidak pernah berhenti berharap agar benyamin dapat kembali kepada keluarganya. Maka setiap hari, ia selalu berdoa meminta kepada Tuhan agar suaminya terlepas dari setiap tabiat buruknya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Mama tuh rajin ya di dalam Tuhan. Jadi saya juga berharap, papa tuh kembali kepada keluarga lewat Tuhan,&#8221; kata Charles polos. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Tuhan berikan kesempatan kepada suami saya untuk berbalik lagi kepada-Mu,&#8221; doa Ari ketika itu.<span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Setelah menjalani 15 tahun pernikahan yang sepertinya tanpa harapan akhirnya sesuatu terjadi. Dalam suatu pesta narkoba yang besar, Benyamin mengalami <em>over dosis</em> untuk kesekian kalinya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Ari-Upload.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Seperti mendapat perasaan yang tidak baik akan keadaan suaminya, Ari berdoa kepada Tuhan meminta agar suaminya diberikan kesempatan untuk bertobat. Mukjizat terjadi!!!</span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Benyamin tersadar dari kondisi yang hampir merenggut nyawanya tersebut. Dalam kondisinya tersebut, Benyamin teringat dengan nasihat-nasihat dari istrinya yang pernah dikatakan kepadanya yakni untuk bertobat dari perbuatan dosanya selama ini. Baginya, peristiwa yang dialaminya saat itu adalah sebuah tegoran Tuhan yang begitu baik. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Benyamin kembali ke rumah dengan kerinduan untuk sungguh-sungguh bertobat dan kembali pada anak-anak dan istrinya. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Pada waktu itu saya tidak tahu papa pulang tuh dari mana dan tiba-tiba papa tuh ngajakin makan ke luar. Karena saya masih benci, bahkan adik saya pun juga tidak mau,&#8221; ungkap Charles. <span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Benyamin-&amp;-Anak2nya.jpg" alt="" width="100" height="100" align="right" />Saat itulah hatinya begitu hancur, ia melihat buah dari perbuatannya selama ini yang menelantarkan anak-anak dan istrinya demi kesenangan pribadinya. Namun, Benyamin tidak menyerah. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Melihat istrinya sudah pulang dan sedang duduk, Benyamin lalu menghampiri sambil menangis di bawah kaki istrinya tersebut. Dirinya meminta ampun atas segala perbuatan yang tidak baik ditunjukkan selama ini. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Ari begitu terkejut dengan perubahan yang terjadi terhadap suaminya itu. Dirinya begitu mengucap syukur dan mengajak suaminya tersebut untuk berdoa. Baginya, apa yang terjadi ketika adalah sebuah jawaban doa yang diberikan atas dirinya dan keluarga. Tidak ada sakit ataupun kepedihan yang tersimpan dalam diri Ari yang hari-harinya selama 15 tahun menikah begitu tersiksa. Yang ada pada saat itu adalah sukacita. <span> </span><span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Apa yang dilakukan oleh Benyamin dengan meminta ampun kepada istrinya dan berdoa di dalam nama Tuhan ternyata dilihat oleh Charles yang berada di lantai atas ruangan rumahnya. Charles begitu terkejut sekaligus senang atas pertobatan ayahnya tersebut. Seketika itu juga kebencian yang disimpannya selama ini pun hilang.<span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/keluarga-bahagia-upload.jpg" alt="" width="100" height="100" align="left" />Pertobatan yang terjadi dalam kehiduan Benyamin mengubah kehidupannya selama ini. Baginya, hidupnya saat ini adalah kepunyaan Tuhan dan dia menyerahkan segala kehidupannya dalam rancangan Tuhan. </span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Tidak hanya hidupnya secara pribadi yang diubahkan Tuhan, Hubungan Benyamin dengan istri dan anaknya pun dipulihkan. Kehidupan yang saling menyangi sebagai suami-istri maupun ayah-anak benar-benar nyata dalam kehidupan keluarga Benyamin dan Ari saat ini.<span> </span></span></span></p>
<p style="text-align: justify;" align="justify"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">&#8220;Saya mengucap syukur sama Tuhan Yesus atas segala sesuatu yang diberikan kepada saya beserta keluarga saya,&#8221; ujar Ari mengakhiri kesaksiannya. (Kisah ini ditayangkan 23 Juni 2009 dalam acara Solusi Life di O&#8217; Channel)</span></span></p>
<div>
<address style="text-align: justify;"><strong><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sumber Kesaksian: </span></span></strong></address>
</div>
<div>
<address style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;">Benyamin &amp; Ari (Jawaban.com)<br />
</span></span></address>
</div>
<div>
<address style="text-align: justify;"><span style="font-size: 10pt; font-family: Verdana;"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Benyamin-profil-upload.jpg" alt="" width="100" height="100" align="absbottom" /><img src="http://www.jawaban.com/news/userfile/Ari,-Istri-Benyamin-Profil-.jpg" alt="" hspace="1" vspace="1" width="100" height="100" /></span></span></address>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/06/23/tuhan-pulihkan-keluarga-kami-setelah-15-tahun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Kuungkap Masa Laluku Yang Kelam</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/05/18/saat-kuungkap-masa-laluku-yang-kelam/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/05/18/saat-kuungkap-masa-laluku-yang-kelam/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 May 2009 03:06:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[diperkosa]]></category>
		<category><![CDATA[kawin paksa]]></category>
		<category><![CDATA[Kepahitan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Pemerkosaan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan Hubungan Orang Tua dan Anak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1078</guid>
		<description><![CDATA[


Sumber Kesaksian: Nurbarita Simamora (jawaban.com)






Sejak mama meninggal, perlakuan papa terhadap saya beda banget.
Inilah kisah pahit seorang Nurbarita. Sang ayah kerap mengutuki Nurbarita dan bahkan mengusirnya dari rumah keluarganya. Ini terjadi karena sang ayah menyalahkan kematian mendiang ibunda Nurbarita sebagai kesalahan Nurbarita.
Kasih sayang boleh saya katakan tidak ada. Kalau papa marah, kadang apa yang ada di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="0" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td>Sumber Kesaksian: <strong>Nurbarita Simamora (jawaban.com)</strong></td>
</tr>
<tr>
<td align="center"></td>
</tr>
<tr>
<td>
<p align="justify">Sejak mama meninggal, perlakuan papa terhadap saya beda banget.</p>
<p>Inilah kisah pahit seorang Nurbarita. Sang ayah kerap mengutuki Nurbarita dan bahkan mengusirnya dari rumah keluarganya. Ini terjadi karena sang ayah menyalahkan kematian mendiang ibunda Nurbarita sebagai kesalahan Nurbarita.</p>
<p><img style="float: right; margin-left: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2007/k_emosional01b.jpg" alt="" width="99" height="100" />Kasih sayang boleh saya katakan tidak ada. Kalau papa marah, kadang apa yang ada di depannya, misalnya di depannya ada piring diatas meja, dia lempar saja ke arah saya. Saya tidak tahu apa salah saya. Yang ada di hati saya kok seperti ingin berontak, ingin melawan. Untuk apa saya ada di rumah ini sementara perlakuan yang saya dapatkan cuma mempersalahkan kalau ketemu : <em>&#8220;gara-gara kamu mama kamu meninggal, gara-gara kamu mamamu meninggal&#8221;</em>. Saya merasa tertolak sekali.</p>
<p><strong>3 Tahun kemudian</strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;">Saya mau lari dari rumah. Saya hanya bilang begini pada Tuhan : <em>&#8220;Aku nggak mau berhenti sampai disini. Ku harus berjuang sampai mendapatkan cinta, Tuhan!.</em></span></p>
<p>Di kota Medan Nurbarita akhirnya dapat menyelesaikan kuliahnya. Di kota inilah dia akhirnya mendapatkan pekerjaan sebagai kasir di sebuah showroom motor. Tak pernah terbayangkan oleh Nurbarita bahwa masa depan yang pahit akan singgah dalam hidupnya.</p>
<p>Nurbarita tidak pernah menyadari sebelumnya bahwa salah seorang nasabah di tempat kerjanya sering memperhatikannya. Belakangan baru Nurbarita ketahui bahwa nasabah tersebut bernama Suparno.</p>
<p>Pada saat pembayarannya bermasalah tiga bulan, hampir empat bulan, motornya hendak ditarik karena dia tidak membayar, dia sering telepon. Dia sering ngomong seperti ini : <em>&#8220;Mbak tolong dong saya dibantu!&#8221;</em>. Pertama kali saya melihatnya saya sudah takut, tapi teman saya ternyata pacaran dengan temannya.</p>
<p>Satu saat teman Nurbarita meminta tolong padanya agar Nurbarita meminta Suparno mencari Agus, pacar teman Nurbarita. Rupanya Agus yang adalah kawan Suparno ini telah melakukan perbuatan yang tidak seharusnya terhadap teman Nurbarita. Saat itulah Nurbarita mengiyakan untuk meminta Suparno mencari temannya.</p>
<p>Saya marah pada dia (Suparno) : <em>&#8220;No, ternyata temanmu seperti ini ya!?. Pokoknya gini saja : dalam sebulan dia tidak datang, tidak mau bertanggung jawab, kamu yang harus menikahi teman saya&#8221;</em></p>
<p>Merasa sahabatnya, Nurbarita segera berangkat bersama Suparno untuk mencari Agus.<br />
Yang ada di hati saya memang benar-benar ada ketakutan. Sudah jam 10 malam, saya pikir sudah cukup mencarinya karena besoknya saya akan bekerja.</p>
<p>Nurbarita mendesak Suparno mengantarnya pulang, Namun Suparno terusa berdalih. Nurbarita bahkan dibawa Suparno ke sebuah penginapan.</p>
<p>Saya minta pulang tapi saya dibawa. Saya dimasukkan ke kamar. Dia menarik saya ke tempat tidur&#8230;.</p>
<p><strong>Nurbarita menjadi korban perkosaan</strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;"><img style="float: left; margin-right: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2007/k_emosional01c.jpg" alt="" width="99" height="100" />Saya benar-benar hancur. Bagaimana saya bisa hidup? Saya sudah tidak mau tubuhku ini. Aku salah apa? Dimana kau Tuhan saat aku dipekosa?</span></p>
<p>Tak ada yang bisa dilakukan Nurbarita. Rasa malu dan penolakan dari keluarga membuat dia merasa terasing dan seakan tidak ada lagi tempat untuk mengadu. Dibawah ancaman diapun dipaksa menikah oleh Suparno. Namun hari-hari terasa demikian berat bagi Nurbarita dalam menjalani rumah tangga bersama Suparno. Kehidupan yang kelam seakan menjadi akhir masa depannya.</p>
<p>Saya tidak mengerti dengan jalan pikirannya. Dia menikahi seorang wanita tapi memperlakukannya seperti sampah berangkali di mata dia.</p>
<p>Penderitaan Nurbarita semakin berat saat telinga kanannya mengalami sakit.<br />
Sakit sekali. Kata dokter spesialis kayanya gendang telinga saya sudah pecah, sudah bolong.</p>
<p><strong>Hingga sebuah tayangan TV menjadi awal pemulihan hidupnya.</strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;">Dia katakan : ada seorang wanita yang telinganya mengalami infeksi dan sedang berputus asa. Oleh bilur-bilur Yesus, kamu telah sembuh.</span></p>
<p><img style="float: right; margin-left: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2007/k_emosional01d.jpg" alt="" width="99" height="100" />Saya berdoa, saya tidak pernah merasakan kedamaian seperti ini dalam hati saya. Saya merasa diterima. Ada seperti air mengalir dari kepala saya, dingin sekali sampai ke kaki saya. Itu benar-benar Tuhan yang kirim.</p>
<p>Nurbarita percaya, mujizat kesembuhan akan terjadi dalam hidupnya. Dia membuang obat-obatnya dan mulai belajar untuk sungguh-sungguh mengandalkan pada Tuhan. Seminggua kemudian sesuatu yang ajaib terjadi. Telinga Nurbarita sembuh.</p>
<p>Pada tahun 2003 di Sibolga, terjadi pemulihan antara Nurbarita dengan ayahnya.<br />
Dia ngomong seperti ini : <em>&#8220;Rita, maafkan bapak ya nak, papa bukan orang tua yang baik.&#8221;</em></p>
<p>Perjuangan Nurbarita untuk pemulihan dengan cara mendekatkan diri pada Tuhan ternyata mendapat tentangan dari pihak suaminya. Suparno tidak mau istrinya ini mengambil keputusan untuk kembali pada Tuhan. Suparno mengambil keputusan untuk menceraikan dan mengusir Nurbarita dari rumah mereka.</p>
<p>Ya sudah. Pagi-pagi buta saya pulang ke Sibolga. Waktu di Sibolga saya berdoa begini pada Tuhan : <em>&#8220;Tuhan saya tidak sejahtera dengan pekerjaan ini. Berikan saya pekerjaan Tuhan&#8221;.</em></p>
<p>Nurbarita memutuskan untuk mengadu nasib di Jakarta dengan harapan akan mendapatkan penghasilan yang lebih baik demi masa depan anak-anaknya.</p>
<p>Kerinduan Nurbarita untuk bertemu anaknya dan niatnya untuk menceritakan kepada kakaknya tentang pengalaman pahit yang telah ia alami membuat Tim Solusi tergerak untuk mempertemukan mereka. Dalam pertemuan antara Nurbarita dan kakaknya, Nurpaidah, Nurbarita mengungkapkan sisi gelap hidupnya yang selama ini ia sembunyikan dari keluarga. Berikut adalah ungkapan hati yang sekian lama dipendam oleh seorang Nurbarita</p>
<p>Nurbarita : Kak, sebenarnya pada tanggal 2 bulan 3 tahun 99&#8230; (Nurbarita menangis)<br />
Nurpaidah : Jangan menangis, sudah ceritalah&#8230;<br />
Nurbarita : Saya diperkosa Suparno&#8230;<br />
Nurpaidah : Ya ampun Tuhan, dalam nama Yesus!<br />
Nurbarita : Saya mau cerita, tapi saya takut&#8230; Aku tetap sama dia walau aku disiksa. Dan aku sayang sama bapak. Aku ga mau bapak dibakar hidup-hidup<br />
Nurpaidah : Ya Tuhan!&#8230;</p>
<p><img style="float: left; margin-right: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2007/k_emosional01a.jpg" alt="" width="99" height="100" />Ungkapan ini merupakan rahasia kelam yang selama bertahun-tahun disimpan rapat-rapat oleh Nurbarita. Ini mengejutkan bagi Nurpaidah, kakaknya yang syok dan berduka.</p>
<p><strong>Nurpaidah, kakak Nurbarita</strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;">Terus terang, saya nggak tahu ini ceritanya. Benar saya nggak tahu, baru sekarang saya tahu. Tapi walaupun keadaan adik saya masa lalunya begitu. Saya nggak mungkin nggak terima dia sebagai adik saya. Tapi yang saya sesalkan, kenapa dia baru sekarang cerita. Benar-benar kami nggak ada yang tahu. Nggak ada yang tahu kami itu. Yang kami tahu dia dulu menikah sama suaminya karena cinta saja. Bukan karena keadaan yang seperti dia katakan tadi.</span></p>
<p><strong>Nurpaidah percaya Tuhan mengasihi Nurbarita</strong></p>
<p align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;">Tapi saya percaya dari pengalamannya yang sudah berlalu, biarlah dia mengambil hikmahnya. Saya percaya yang terbaik akan Tuhan kasih sama adik saya. Saya sudah lihat sekarang&#8230; Yang terbaik Tuhan kasih sama adik saya. Tuhan pasti menolong dia. Tuhan pasti memberikan yang terbaik buat adikku ini.</span></p>
<p>Nurbarita : Amin&#8230;<br />
Nurpaidah : Karena tidak ada yang mustahil bagi Tuhan<br />
Nurbarita : Amin&#8230;</p>
<p><img style="float: left; margin-right: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2007/k_emosional01e.jpg" alt="" width="99" height="100" />Bagi Nurbarita kini, tidak ada lagi penyesalan dalam hidupnya. Kasih yang ia terima dari Yesus memampukan dia untuk mengampuni Suparno dan ayahnya. Kasih itu jugalah yang membuat ia mampu mengasihi anak dan kakaknya.</td>
</tr>
<tr>
<td align="center"><strong><span style="font-family: verdana,geneva;">Korban sembelihan kepada Allah ialah jiwa yang hancur; hati yang patah dan remuk tidak akan Kaupandang hina, ya Allah. Lakukanlah kebaikan kepada Sion menurut kerelaan hati-Mu bangunkanlah tembok-tembok Yerusalem! (Mazmur 51:19-20) </span></strong></td>
</tr>
</tbody>
</table>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/05/18/saat-kuungkap-masa-laluku-yang-kelam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saatku Takut Tuhanku Sanggup</title>
		<link>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/05/12/saatku-takut-tuhanku-sanggup/</link>
		<comments>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/05/12/saatku-takut-tuhanku-sanggup/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 May 2009 03:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>The Oracle</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kesembuhan]]></category>
		<category><![CDATA[Luka Batin]]></category>
		<category><![CDATA[Pemulihan]]></category>
		<category><![CDATA[akibat luka batin]]></category>
		<category><![CDATA[Kepahitan Hati]]></category>
		<category><![CDATA[Kesaksian]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Nyata]]></category>
		<category><![CDATA[Mujizat Kesembuhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/?p=1065</guid>
		<description><![CDATA[Sumber Kesaksian: Nita Pelamonia (jawaban.com)

Nyonya Nita Pelamonia awalnya menderita sakit kulit. Gatal-gatal yang sangat hebat berakibat pada terkelupasnya kulit di sekujur tubuhnya.
Penyakit saya dimulai dari dua bintik yang merah pada bagian perut kiri dan kanan. Bintik itu bergerak terus secara simetris kearah atas dan bawah sehingga seluruh tubuh saya penuh dengan penyakit kulit yang seperti [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="justify"><span style="font-family: verdana,geneva;">Sumber Kesaksian: <strong>Nita Pelamonia (jawaban.com)<br />
</strong></span><br />
Nyonya Nita Pelamonia awalnya menderita sakit kulit. Gatal-gatal yang sangat hebat berakibat pada terkelupasnya kulit di sekujur tubuhnya.</p>
<p>Penyakit saya dimulai dari dua bintik yang merah pada bagian perut kiri dan kanan. Bintik itu bergerak terus secara simetris kearah atas dan bawah sehingga seluruh tubuh saya penuh dengan penyakit kulit yang seperti eksim dan luar biasa gatal serta menebal. Tidak hanya itu, setelah dua bulan penyakit tersebut menyerang, saya kembali diserang satu penyakit lain. Penyakit ini tidak diketahui namanya namun yang pasti saat itu saya mendadak mengalami dehidrasi atau kehilangan cairan tubuh secara berlebihan. Saya mengalami keadaan dimana saya bisa buang air besar secara mendadak dan sekaligus. Dalam keadaan tidak berdaya, saya lalu diantar ke rumah sakit oleh suami saya.</p>
<p>Nita menderita penyakit serius yang tidak diketahui penyebabnya.<br />
Sampai di rumah sakit, cairan tubuh saya keluar sekaligus. Untung bagi saya karena dokter segera dapat memberi infus pada saya dengan jumlah yang banyak sehingga nyawa saya bisa diselamatkan. Selama satu minggu berikutnya saya dirawat di rumah sakit, namun dokter tidak dapat menemukan apa sebab penyakit saya. Karena keadaan tersebut, setelah dirawat satu minggu, saya pulang ke rumah. Setelah saya pulang ke rumah, saya mencoba melakukan aktifitas seperti biasa.</p>
<p><img style="float: right; margin-left: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2003/k_sembuh08b.jpg" alt="" width="99" height="100" />Setelah lima hari berlalu, penyakit aneh kembali menyerang saya. Saya merasakan rasa sakit seperti ditusuk-tusuk dari luar. Rasanya seperti orang yang ditusuk pisau dan pisaunya dicabut kembali, tidak tertahankan sakitnya. Setelah itu saya dirawat kembali, namun keadaan kali itu tidak ada ampun lagi bagi saya. Kalau sebelumnya saya masih bisa diinfus, namun kali ini sudah tidak ada lagi cairan yang bisa masuk ke tubuh saya. Pembuluh darah vena yang diperlukan untuk jarum infus selalu pecah, walau dengan memakai jarum untuk bayi sekalipun. Waktu itu urine saya sudah berwarna coklat seperti coca cola sementara kotoran yang keluar warnanya putih seperti kapas.</p>
<p>Pengecekan dokter pada air seni dan muntahan Nita tidak membuahkan hasil. Diagnosa dokter gagal memastikan apa sesungguhnya penyakit Nita. Saat peramedis kebingungan, suami nyonya Nita memanggil hamba Tuhan untuk mendoakan dirinya.</p>
<p>Hamba Tuhan itu mulai menanyakan banyak hal pada saya. Ia bertanya apakah saya pernah menyakiti seseorang atau malah saya membenci seseorang dan tidak dapat mengampuninya. Saya sempat berpikir, apa hubungannya antara hal tersebut dengan penyakit saya?. Namun pendeta tersebut mengatakan bahwa Tuhan akan mengampuni saya jika saya juga bisa mengampuni orang yang telah menyakiti hati saya.</p>
<p><img style="float: left; margin-right: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2003/k_sembuh08c.jpg" alt="" width="99" height="100" />Mendengar semua itu saya tersadar. Saya telah membenci ayah saya sendiri dan tidak pernah bersedia mengampuni. Hamba Tuhan itu lalu mengatakan jikalau saya ingin sembuh maka saya harus mengampuni ayah saya tersebut. Jika saya mau mengampuni maka Tuhan juga akan mengampuni dosa saya. Setelah pengampunan itu saya berikan maka saya boleh percaya bahwa penyakit yang saya derita akan dapat Tuhan sembuhkan. Setelah keputusan saya ambil untuk membereskan ganjalan dalam hati, saya didoakan hamba Tuhan tersebut.</p>
<p><img style="float: right; margin-left: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2003/k_sembuh08d.jpg" alt="" width="99" height="100" />Setelah didoakan Nita merasakan sesuatu terjadi dalam dirinya.<br />
Jam sembilan malam saya merasakan serangan yang luar biasa. Saya berpikir bahwa ini mungkin saatnya bagi saya untuk meninggalkan dunia ini, mengapa? karena saya merasakan mati rasa dari ujung kaki dan ujung tangan menjalar bersama-sama. Sampai akhirnya tubuh saya kehilangan rasa hingga ke perut seluruhnya. Saya hanya merasakan nafas ada di dada saja. Mati rasa itu terus menjalar bahkan hingga ke leher. Saya berkata : &#8220;Tuhan tolong saya!, jika Tuhan mau panggil saya maka tolong kuatkan saya. Tapi jikalau saya diberi kesempatan hidup maka saya akan selalu mengikut Tuhan!&#8221;.</p>
<p>Saya berada dalam keadaan yang sulit. Pikiran saya masih utuh namun tubuh saya sudah tidak berdaya dan seperti sudah tidak punya badan lagi. Saat itulah secara ajaib saya melihat ada sinar terang benderang turun dari atas dan persis jatuh di sekujur tubuh saya. Terangnya bukan main menyilaukan mata dan pada saat yang bersamaan saya melihat bahwa orang-orang yang ada di sekeliling saya seperti negatif film, seperti sinar x. Saya merasakan takut yang luar biasa namun saya katakan : &#8220;Tuhan, tolong saya!&#8221;. Setelah itu saya pingsan.</p>
<p>Keesokan harinya saat nyonya Nita tersadar, ia menjalani pemeriksaan dokter. Dan sesuatu yang aneh namun ajaib telah terjadi. Sesuai pengecekan dokter, penyakit kulit yang ia derita telah hilang.</p>
<p><img style="float: left; margin-right: 10px;" src="http://www.jawaban.com/images/images_kisah/2003/k_sembuh08e.jpg" alt="" width="99" height="100" />Perubahan terjadi pada tubuh saya. Seluruh kulit saya yang mulanya merah padam dan berair, telah mengering. Yang tersisa hanya kulit kering yang terkelupas. Perut saya yang besar dan kembung mendadak kempes. Rasa sakit di dalam perut yang tidak karuan rasanya yang menyiksa saya telah hilang. Saya langsung bisa bangun dengan badan yang sehat luar biasa. Saya percaya semua yang saya alami ini adalah karena kasih karunia Tuhan Yesus yang penuh kuasa dan ajaib. Saya hanya perlu untuk datang dan berseru kepadaNya.</p>
<p>Kuasa kesembuhan Tuhan Yesus telah memulihkan kesehatan Nita. Saat ini ia dan suaminya aktif dalam pembuatan program acara keluarga di televisi.</p>
<p align="center"><strong><span style="font-family: verdana,geneva; font-size: x-small;">Bila sesuatu malapetaka menimpa kami, yakni pedang, penghukuman, penyakit sampar atau kelaparan, kami akan berdiri di muka rumah ini, di hadapan-Mu, karena nama-Mu tinggal di dalam rumah ini. Dan kami akan berseru kepada-Mu di dalam kesesakan kami, sampai Engkau mendengar dan menyelamatkan kami. (2 Tawarikh 20:9) </span></strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kisahnyatakristen.kiosgeek.com/2009/05/12/saatku-takut-tuhanku-sanggup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
